Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasutri di Thailand Ogah Punya Anak, Lebih Pilih Urus 11 Kucing

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 24 Juni 2024 |16:30 WIB
Pasutri di Thailand Ogah Punya Anak, Lebih Pilih Urus 11 Kucing
Masyarakat Thailand Ogah Punya Anak, (Foto: Channel News Asia)
A
A
A

MASALAH penurunan angka populasi ternyata tak hanya terjadi di negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan. Ternyata, negara tetangga seperti Thailand pun dilaporkan mengalami masalah penurunan populasi penduduk.

Bahkan disebutkan, Thailand jadi  salah satu negara berkembang yang mengalami penurunan populasi tercepat di dunia. Sekian banyak faktor bisa menjadi latar belakangnya, salah satunya seperti ketidakinginan para pasangan suami istri di Thailand untuk mempunyai anak alias menjadi orang tua.

Contohnya ada pasangan Sira Kitpinyochai dan Boontarika Namsena, yang sudah kurang lebih empat tahun menjadi pasangan suami-istri. Hingga kini, keduanya disebutkan lebih bahagia memiliki 11 kucing daripada memilih untuk punya anak, dikutip dari Channel News Asia, Senin (24/6/2024)

Dijelaskan lebih lanjut, bahkan pasangan ini sepakat untuk tidak menjadi orang tua sejak sebelum menikah. Menurut pandangan Sira dan Boontarika, punya anak di jaman sekarang bisa menjadi beban lebih di kehidupan mereka, karena  banyaknya biaya yang harus dikeluarkan.

Selain beban finansial, keduanya yang bekerja masing-masing sebagai manajer dan juga pedagang saham juga menilai saat ini kehidupan mereka tanpa anak pun sudah terasa kekurangan waktu.

 “Sebagian besar waktu saya bekerja di kantor adalah 10 hingga 12 jam dalam sehari. “Bagaimana kami punya waktu untuk merawat anak-anak kami?” jelas Boontarika.

 

Tak hanya Sira dan Boontarika,  Anchalee Chaichanavijit, direktur eksekutif Asosiasi Pemasaran Thailand, juga menilai kecemasan pasangan suami istri seperti Sira dan Boontarika memang nyata adanya dan juga ia alami sendiri. 

Berkaca pada dirinya sendiri, Anchalee menyebutkan ia merasa tuntutan kehidupan profesionalnya sudah sangat berat. Sehingga ide untuk membesarkan anak menjadi tugas yang dirasa begitu  menuntut tambahan energi, uang, sumber daya, dan waktu yang tidak ia miliki.

“Saya tidak ingin mempunyai anak karena,  kehidupan saya sendiri sudah cukup sulit,” kata Anchalee.

Pandangan Anchalee dan pasangan Sira dan Boontarika bisa dibilang menjadi gambaran umum masyarakat Thailand saat ini. Berdasarkan data,  menurut survei dari National Institute of Development Administration pada September 2023, sebanyak 44 persen responden menyatakan mereka memang kurang ada keinginan untuk punya anak.

Alasan utama yang dikemukakan para responden adalah tuntutan akan biaya membesarkan anak, kekhawatiran mengenai dampak kondisi sosial terhadap anak-anak dan tidak ingin menanggung beban pengasuhan anak.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement