CIUMAN cupang atau disebut juga sebagai gigitan cinta. Biasanya ciuman tersebut meninggal tanda merah atau keunguan pada kulit yang disebabkan oleh hisapan yang kuat. Biasanya cupangan terjadi di area leher dan juga dada.
Ciuman cupang ini dianggap sebagai foreplay karena bisa menggairahkan hubungan seks antar pasangan. Namun perlu Anda tahu, perilaku ini juga dapat berbahaya lho.
Seksolog, dr Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS menjelaskan cupang sangat berbahaya. Sebab gigi dan ludah mengandung banyak kuman dan bisa menyebabkan infeksi.
“Kalau ingin menunjukkan kamu bergairah nggak udah gigit. Nggak perlu meninggalkan bekas yang merah,” ujar dr Boyke seperti dikutip dari akun TikTok @klinikpasutri_boyke, Sabtu (15/6/2024).
Menurut dr Boyke, pasangan bisa melakukan ciuman yang lebih elegan. Cukup ciuman biasa saja tanpa perlu meninggalkan jejak cupang.
“Kalau merah dikit boleh, tapi harus diingat, gigi dan ludah itu mengandung banyak kuman,” ucapnya.

Di sisi lain, dikutip dari Webmd, menjelaskan ciuman cupang sebenarnya tidak menimbulkan masalah serius. Namun akan berbahaya ketika cupang tidak hilang dalam seminggu, muncul memar di area lain, dan ada benjolan di atas memarnya.
Gejala tersebut merupakan tanda suatu kondisi medis, seperti penyakit darah atau gangguan pembekuan darah.
Namun ada juga beberapa kasus cupang yang menyebabkan seseorang mengalami kelumpuhan dan stroke. Hal itu pernah dialami oleh seorang wanita asal Selandia Baru yang mengalami lumpuh sebagian setelah dicupang.
Selain itu seorang wanita berusia 35 tahun di Denmark menjadi lemah pada sisi kanannya akibat stroke 12 jam setelah mendapat cupang.