INDONESIA memang kaya akan kuliner khas dari berbagai daerah yang dapat menarik perhatian banyak orang. Kali ini, sajian khas Surabaya, rujak cingur, sukses memancing rasa penasaran Taste Atlas untuk mencicipi perpaduan antara buah-buahan dan moncong sapi.
"Rujak cingur adalah salah satu dari banyak versi rujak Indonesia, salad buah yang terdiri dari berbagai buah-buahan tropis, biasanya disajikan dengan saus pedas dan manis. Rujak cingur termasuk salah satu jenis rujak yang unik, karena selain buah-buahan, rujak cingur juga mengandung sayur-sayuran dan bahan langka – moncong hewan," bunyi keterangan unggahan Taste Atlas.
Secara tradisional, rujak cingur merupakan olahan dari daging sapi atau kerbau yang sudah direbus agar lebih empuk. Begitu juga dengan buah-buahan dan sayuran yang disajikan dengan direbus atau mentah.
(Foto: Instagram/@tasteatlas)
Hidangan ini dipadukan dengan bumbu kacang dan gula merah dengan tambahan petis untuk memberikan cita rasa yang khas. Selain itu, cabai akan diberikan sebagai tambahan bagi yang menyukai cita rasa pedas.
Kembali ke belakang, rujak cingur ditemukan pada 1930-an yang dibawa oleh pendatang dari Pulau Madura untuk bertahan hidup dengan berjualan. Kala itu, awalnya menggunakan petis ikan cakalang khas Madura. Tapi untuk menyesuaikan lidah masyarakat Surabaya, maka diganti dengan petis udang.
Dalam bahasa Jawa, cingur memiliki arti mulut atau cengor dalam bahasa Madura. Ini merujuk pada bahan hidung atau moncong sapi yang digunakan dalam salah satu bahan rujak cingur.
Dalam penyajiannya, rujak cingur dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyajian biasa dan matengan. Penyajian biasa atau umumnya, berupa semua bahan, baik sayur-sayuran dan buah-buahan yang dicampur menjadi satu.
Sedangkan matengan hanya terdiri dari bahan-bahan matang saja, seperti lontong, tahu goreng, tempe goreng, bendoyo (kerahi yang direbus) dan sayur (kangkung, kacang panjang, tauge) yang telah direbus atau dikukus. Sajian ini tidak menggunakan bahan mentah, seperti buah-buahan.
Hal yang membedakan dengan makanan rujak pada umumnya yang biasanya tanpa menggunakan bahan cingur tersebut. Rujak cingur dalam penyajiannya biasa ditambah dengan kerupuk, dan ditempatkan dengan alas pincuk dari daun pisang atau piring.
(Rizka Diputra)