Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seorang Perempuan Idap Penyakit Langka Brain Love, Telepon Pacarnya 100 Kali Sehari

Masya Hanifa Putri , Jurnalis-Senin, 06 Mei 2024 |20:00 WIB
Seorang Perempuan Idap Penyakit Langka Brain Love, Telepon Pacarnya 100 Kali Sehari
Seorang perempuan idap penyakit langka Brain Love. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

KASUS unik dialami seorang gadis 18 tahun bernama Xiaoyu dari Provinsi Sichuan, China yang sangat terobsesi dengan sang kekasih hingga mengakibatkan mimpi buruk bagi keduanya. Pasalnya, gadis ini sampai memantau segala pergerakan sang kekasih dan meneleponnya hingga 100 kali dalam sehari.

Melansir dari Oddity Central pada Senin (6/5/2024), Xiaoyu mulai menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan sejak tahun pertama kuliahnya. Kala itu, dia menjalin hubungan asmara dengan kekasihnya yang tidak ingin disebutkan namanya untuk menjaga privasi.

Menurut Du Na, seorang dokter di The Fourth People’s Hospital Chengdu, Xiaoyu dengan cepat menjadi terobsesi secara tidak wajar dengan kekasihnya. Dia ingin mengetahui keberadaannya setiap saat bahkan merasa panik jika tidak segera mendapat balasan pesan dari pasangannya.

Sindrom Brain Love

Meskipun terdengar seperti perilaku kontrol yang ekstrem, namun menurut dokter, Xiaoyu mengidap kelainan mental langka yang disebut 'Brain Love'. Dokter Dua Na mengatakan bahwa suatu hari Xiaoyu menelepon pacarnya lebih dari 100 kali. Saat itu dia begitu marah ketika tidak mendapatkan jawaban dari kekasihnya sehingga dia merusak segala perabotan di apartemen mereka.

Ketika kekasihnya kembali, dia menyaksikan kekacauan di apartemennya hingga akhirnya menghubungi polisi. Polisi tiba tepat saat Xiaoyu mengancam untuk melompat dari balkon. Xiaoyu akhirnya ditangkap dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Kemudian dia didiagnosis mengalami gangguan kepribadian ambang, atau yang dalam istilah sehari-hari dikenal dengan 'Brain Love'.

Menurut Dokter Du Na, seseorang yang mengalami gejala ringan dari 'Brain Love' biasanya dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan normal dengan cara mengendalikan emosi mereka, namun dalam kasus yang parah seperti yang dialami Xiaoyu, bantuan medis diperlukan untuk menangani kasus ini.

Gangguan kepribadian ambang yang dialami Xiaoyu adalah gangguan mental yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola emosinya. Kehilangan kontrol emosi dapat meningkatkan perilaku impulsif, mengubah persepsi diri seseorang, hingga berpotensi merusak hubungannya dengan orang lain.

Dokter Du tidak bisa dengan tepat menentukan penyebab dari kondisi yang dialami oleh Xiaoyu. Namun dia menyatakan bahwa biasanya orang-orang yang mengalami gangguan kepribadian ambang memiliki hubungan yang kurang sehat dengan orangtua saat masa pertumbuhan, sehingga rentan terkena gangguan ini.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement