BERBAGAI mitos kesehatan kerap kali bermunculan, tak jarang banyak orang yang mempercayai hal tersebut tanpa memastikan kembali kebenarannya. Bahkan gara-gara mitos banyak orang yang enggan untuk melakukan vaksinasi.
Dokter Umum dr. Alfi Auliya MKM C.DCAP menjelaskan bahwa mitos terkait vaksin yang sering bermunculan yaitu vaksinasi dianggap bisa memicu penyakit lain hingga kematian. Padahal hal tersebut tidaklah benar dan hingga saat ini masih belum ada penelitian yang valid bahwa vaksin bisa menyebabkan kematian.
“Temen-temen pernah mendengar stigma tentang jangan vaksin karena dianggap bikin sakit hingga kematian. Padahal tidak ada penelitian valid bahwa vaksinasi bisa menyebabkan kematian,” kata dr. Alfi kepada awak media, saat ditemui di kawasan Menteng beberapa waktu lalu.

Dokter Alfi mengungkap banyak orang yang langsung menyalahkan vaksin apabila setelah melakukan vaksinasi muncul berbagai penyakit yang membahayakan nyawa. Padahal kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dengan riwayat penyakit sang pasien.
“Jadi vaksinasi ini dikambinghitamkan, jadi setelah vaksin terus beberapa hari kemudian pasien kena serangan jantung. Nah banyak orang mikir itu karena vaksin, padahal dari serangan jantungnya bukan vaksin,” ujarnya.
Maka, umumnya sebelum vaksin, para petugas kesehatan akan memeriksakan kesehatan pasien dan memastikan kondisi tubuh pasien telah siap untuk divaksin. Prosedur ini wajib dilakukan untuk menghindari berbagai risiko yang muncul setelah vaksin.
Sebab, melalui vaksinasi tubuh akan dimasukkan komponen asing berupa virus yang dilemahkan, sehingga harus dipastikan tubuh dalam kondisi yang sehat agar tidak memicu efek samping.