MESKI cacing rambut tidak terlihat besar, ternyata dia adalah salah satu parasit yang sangat berbahaya. Cacing rambut ini memiliki kemampuan untuk mencuri kode genetik inangnya untuk memanipulasinya ke perairan dalam agar dia dapat bereproduksi dan memulai siklusnya kembali.
Proses hidup cacing rambut dimulai pada tahap larva. Pada tahap ini, tujuan pertamanya adalah dimakan oleh serangga kecil, seperti kecebong atau nyamuk. Setelah dimakan, larva cacing rambut akan tertidur hingga inang awal ini dimakan oleh makhluk yang lebih besar, seperti jangkrik, belalang, atau belalang sembah.
Setelah inang sebelumnya dicerna oleh inang baru, cacing rambut tersebut akan keluar dan mulai menyedot nutrisi serangga yang malang tersebut. Setelah memakan waktu sekitar tiga bulan, cacing rambut itu entah bagaimana memanipulasi inangnya yang terkuras ke dalam air, tempat dia tidak akan pernah pergi sendiri untuk tenggelam.

Setelah inangnya mati, mereka berenang ke bola cacing rambut terdekat untuk bereproduksi dan memulai siklus sekali lagi di air. Melansir dari Oddtycentral pada Rabu (1/5/2024), selama bertahun-tahun para ilmuwan telah mengetahui trik bahwa cacing rambut ini memiliki kemampuan ‘pengambil pikiran’.
Tim peneliti mengklaim akhirnya menemukan bagaimana sebenarnya cacing rambut mencuci otak inangnya. Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, cacing rambut menggunakan semacam mekanisme peniru untuk meniru bahan kimia yang biasanya diproduksi oleh inangnya untuk memanipulasi perilaku mereka.
Selanjutnya, para peneliti memeriksa DNA spesies cacing bulu kuda Chordodes fukuii dan inang favotirnya, belalang sembah. Para peneliti mengamati bahwa 1.420 gen Chordodes sangat cocok dengan inangnya. Transfer kode genetik horizontal semacam ini dipercaya terjadi secara perlahan, dengan cacing rambut mencuri sejumlah kecil kode etik dalam jangka waktu yang lama.
Transfer genetik umumnya terjadi secara vertikal, dengan orang tua yang meneruskannya kepada keturunannya. Namun, dalam kasus ini, cacing pada dasarnya mampu mencuri potongan DNA belalang sembah secara langsung.