Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pria Ini Terinfeksi Covid-19 hingga 613 Hari, Berujung Meninggal Dunia

Firly Aghisty Cahyarani , Jurnalis-Rabu, 24 April 2024 |11:00 WIB
Pria Ini Terinfeksi Covid-19 hingga 613 Hari, Berujung Meninggal Dunia
Kasus Covid-19 terlama. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

LAPORAN terbaru dari para peneliti Belanda telah mengungkap kasus infeksi Covid-19 yang memiliki durasi terpanjang hingga mencapai 613 hari. Seorang pria berusia 72 tahun yang tidak diungkapkan identitasnya, diketahui memiliki sistem kekebalan yang lemah dan akhirnya meninggal karena penyakit lain yang dialaminya.

Merangkum dari Oddity Central pada Rabu (24/4/2024) pria tersebut terinfeksi varian Omicron pada 2022, setelah menerima beberapa dosis vaksin Covid. Namun, meskipun upaya medis yang berkelanjutan selama 20 bulan, termasuk penggunaan obat antibodi, pria tersebut tidak berhasil melawan virus dan meninggal pada Oktober tahun lalu karena kondisi kesehatan yang dialaminya.

Para peneliti dari Center for Experimental and Molecular Medicine (CEMM) di Amsterdam University Medical Center (Amsterdam UMC) juga melaporkan bahwa virus tersebut menunjukkan ketahanan terhadap pengobatan antibodi Covid-19, sotrovimab, hanya dalam waktu 21 hari setelah penggunaannya oleh pasien.

Covid-19

Selama masa infeksi yang panjang ini, para dokter secara rutin mengambil sampel dari pria tersebut untuk melakukan analisis genetik virus corona. Mereka menemukan bahwa varian asli Omicron BA1 telah mengalami lebih dari 50 mutasi, beberapa di antaranya memungkinkannya untuk menghindari sistem kekebalan manusia.

Meskipun kasus ini tidak menimbulkan penularan kepada masyarakat lain. Namun, penelitian ini menyoroti dampak terhadap risiko infeksi virus SARS-CoV-2 yang berkepanjangan, terutama pada individu dengan sistem kekebalan yang lemah.

“Kasus ini menggarisbawahi risiko infeksi SARS-CoV-2 yang persisten pada individu dengan sistem imun yang lemah karena varian virus SARS-CoV-2 yang unik mungkin muncul karena evolusi intra-host yang ekstensif,” tutur para peneliti.

Para peneliti menekankan pentingnya pemantauan yang dilakukan secara terus-menerus terhadap individu dengan kondisi kekebalan yang rentan, mengingat potensi ancaman kesehatan masyarakat yang ditimbulkan oleh masuknya varian virus yang dapat menghindari kekebalan tubuh manusia.

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement