PRAMUGARI merupakan salah satu profesi yang cukup banyak disorot. Dalam dunia penerbangan, profesi ini menjadi simbol dari petualangan dan kemewahan udara.
Namun, di balik senyuman ramah dan pakaian seragam yang rapi, tersembunyi tantangan yang jarang terungkap.
Setiap orang yang berprofesi sebagai pramugari dituntut untuk dapat menaklukkan segala tantangan tersebut. Seperti cerita pengalaman dari seorang pramugari asal Colorado, Amerika Serikat, Hannah Tesone.
Awak kabin cantik berusia 23 tahun ini banyak memposting kehidupan dunia penerbangan melalui instagram pribadinya.
Hannah menjelaskan meski bekerja di penerbangan terlihat mewah dan menyenangkan karena dapat mengunjungi berbagai kota atau negara, tetapi di balik itu pekerjaan ini memiliki risiko yang serius terkait keselamatan. Hannah juga mengatakan bahwa pelatihan untuk profesi ini tidaklah mudah.

"Pelatihannya sangat intens namun singkat. Kebanyakan pelatihan bervariasi dari empat hingga tujuh minggu. Pelatihan dirancang untuk melihat apakah Anda dapat bekerja dengan baik di bawah tekanan dan tekanan yang ditimbulkan oleh pekerjaan ini," kata dia menyitir Daily Star.
“Hari-harinya sangat panjang dan Anda harus belajar bagaimana menavigasi evakuasi darurat, kebakaran, parit (evakuasi air), keadaan darurat medis, dan banyak lagi. Pekerjaan ini bukan untuk orang yang lemah hati dan pelatihan dirancang untuk melihat apakah Anda dapat menanganinya. situasi apapun yang menimpa Anda di lingkungan dengan stres tinggi," tuturnya.
Jadi, tugas para pramugari bukan hanya memberikan layanan pada penumpang saat di pesawat. Tugas itu hanya sebagian kecil dari tugas-tugas mereka sebenarnya. Pramugari harus mampu mengambil tindakan yang tepat dalam keadaan darurat dan selalu memastikan keamanan setiap orang.
Meski penuh tantangan dan pelatihannya cukup ketat, Hannah berpesan agar hal tersebut tidak membuat Anda berhenti untuk mengejar pekerjaan impian Anda.
Untuk profesi pramugari sendiri, menyelesaikan proses pelatihan berarti Anda telah berhasil melewati salah satu bagian tersulit dalam mencapai profesi tersebut.
Hal terpenting adalah Anda harus siap dengan apapun yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.
Baginya, profesi awak kabin bisa diposisikan sebagai pekerjaan yang mewah dan menyenangkan, kendati kenyataannya banyak tentang hal-hal sulit yang dilalui. Hal itu dilakukan Hannah untuk memastikan bahwa dia mampu mengubah pekerjaannya menjadi kehidupan impiannya.

"Terserah Anda jika Anda ingin menjadikannya pekerjaan yang glamor. Terkadang hal ini tidak akan terasa seperti itu karena situasi 'tidak menarik' yang kita lalui. Namun, saya selalu menemukan cara untuk menjadikan ini sebagai pekerjaan yang glamor. kehidupan yang selalu kuimpikan," sebutnya.
"Saya mendorong pramugari lain untuk menggunakan kelebihan mereka (walau dengan anggaran terbatas) dan melihat dunia. Bagian paling menarik dari pekerjaan ini adalah tempat-tempat yang bisa kita lihat. Namun, dibutuhkan keberanian dan niat untuk pergi keluar dan menjelajah. Oleh karena itu, pada akhirnya terserah pada keputusan apakah seseorang ingin membuat pekerjaan itu glamor atau tidak," demikian Hannah memungkasi.
(Rizka Diputra)