Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus DBD Meningkat di Indonesia, Ini Perbedaan Gejalanya Pada Anak dan Dewasa

Nurul Amanah , Jurnalis-Kamis, 11 April 2024 |14:47 WIB
Kasus DBD Meningkat di Indonesia, Ini Perbedaan Gejalanya Pada Anak dan Dewasa
Cara membedakan demam berdarah anak dan dewasa. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

KASUS Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat di beberapa kabupaten dan kota beberapa waktu belakangan ini. Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan angka kejadian kasus di Indonesia saat ini tercatat memiliki sebaran kasus kumulatif mencapai 35.556 kasus sampai dengan minggu ke-11 2024.

Hal itu semakin mengkhawatirkan dengan 290 pasien diantaranya meninggal dunia. Sebelum melakukan penanganan yang tepat, penting untuk memahami gejala DBD terlebih dahulu bagi penderitanya. Pasalnya, gejala DBD ternyata berbeda saat dialami oleh anak dan orang dewasa.

Perbedaan gejala ini penting untuk dikenali agar bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Menurut Praktisi Kesehatan dr Ngabila Salama, pada orang dewasa, gejala utama biasanya adalah demam tinggi hingga demam naik turun, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah serta sakit kepala dan nyeri di belakang mata.

Demam berdarah

"Pada orang dewasa gejala DBD seperti infeksi virus lainnya demam tinggi diatas 39 derajat, demam naik turun, nyeri belakang mata, pegal sendi dan otot, mual, muntah," ujar dr Ngabila Salama kepada MNC Portal, Kamis (11/4/2024).

Sementara gejala demam berdarah umumnya ringan pada anak kecil dan mereka yang baru pertama kali mengidap penyakit ini.

"Pada anak gejala bisa tidak khas seperti muncul gejala infeksi saluran cerna dan nafas: batuk, pilek, diare, sulit buang air besar. Beberapa juga bisa infeksi campuran dengan typhoid atau tipes," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement