Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada, Penyakit Osteoarthritis Sering Menyerang Kalangan Wanita

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 09 April 2024 |05:00 WIB
Waspada, Penyakit Osteoarthritis Sering Menyerang Kalangan Wanita
Osteoarthritis menjadi penyakit yang sering dialami perempuan. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

PENYAKIT Osteoarthritis (OA) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang dapat menurunkan fungsi organ. Biasanya, penyakit ini kerap terjadi pada kalangan wanita.

Dokter Spesialis Ortopedi, dr Asa Ibrahim, Sp.OT mengatakan kondisi ini dua kali lebih sering terjadi sehingga harus dicegah sedini mungkin.

“Jadi penyakitnya disebut sebagai Osteoarthritis atau OA, di masyarakat dikenal sebagai pengapuran sendi. Kasusnya banyak banget, bisa dibilang kasus paling banyak yang berobat ke dokter ortopedi,” kata dr Asa, dikutip dalam akun X pribadinya @asaibrahim, Senin (8/4/2024).

Osteoarthritis

Menurutnya, pada kebanyakan kasus berat pasien akan mengalami kesulitan saat beraktivitas, kesakitan, kaku, dan butuh operasi. Maka gejala yang ditimbulkan akan dimulai dari rasa nyeri lutut saat berdiri lama, kaku, bengkak, dan terdapat bunyi-bunyi sendi.

Bukan cuma itu, dr Asa juga mengatakan ada dua faktor penyebab penyakit ini muncul di kalangan wanita dan lebih sering ditemukan pada kalangan usia muda yakni obesitas dan otot lemah. Kok bisa? Karena dua faktor itu juga diketahui kasusnya lebih tinggi ditemukan pada wanita dibandingkan laki-laki.

“Jadi faktor pertama adalah angka obesitas atau gemuk berlebih lebih tinggi pada wanita, sehingga wanita lebih banyak yang kena OA. Obesitas adalah salah satu faktor penting terjadinya OA dini, logikanya mesin yang dikasih beban berat akan lebih cepat rusak begitu pula dengan lutut,” ucap dr Asa.

“Faktor kedua adalah otot wanita cenderung lebih lemah dari laki-laki. Padahal, otot paha yang kuat bersifat protektif terhadap sendi lutut kita, semakin kuat otot paha, semakin awet lutut kita. Namun, jika otot lemah, beban akan berdampak besar pada sendi yang mempercepat kerusakan sendi,” katanya.

Lantas bagaimana solusinya untuk kalangan wanita supaya tidak gampang rusak lututnya? Maka dr Asa menyarankan agar menghindari obesitas, selalu menyempatkan berolahraga serta memperkuat otot paha, dan yang paling penting memeriksakan diri saat lutut sudah mulai terasa sakit.

Sebab, mencegah kerusakan sendi sebisa mungkin harus sejak dini, bukan menunggu disaat usia 40 atau 50 tahun. Karena kerusakan sendi bersifat akumulatif dan sendi yang rusak tidak bisa regenerasi menjadi sendi yang bagus atau muda dengan pengobatan.

“Cegah dari sekarang yuk olahraga!,” tutur dr Asa.

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement