Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Larang Masyarakat Konsumsi Cokelat Berlebihan, Ini Bahaya yang Mengintai

Masya Hanifa Putri , Jurnalis-Jum'at, 05 April 2024 |11:00 WIB
Dokter Larang Masyarakat Konsumsi Cokelat Berlebihan, Ini Bahaya yang Mengintai
Bahaya mengonsumsi cokelat berlebihan. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

PERAYAAN Paskah identik dengan telur. Tak heran jika telur paskah sering kali dihias dan diisi dengan berbagai jenis makanan manis seperti permen dan cokelat. Meski Paskah sudah berlalu, namun masih banyak masyarakat yang menyimpan makanan manis usai perayaan Paskah.

Meskipun cokelat dapat memberikan kenikmatan, para dokter dan ahli gizi kerap menekankan perlunya berhati-hati dalam konsumsi yang berlebihan.

Melansir dari VT Jumat (5/4/2024), seorang dokter asal Inggirs, Andrew Kelso, yang menjabat sebagai direktur medis di NHS Suffolk dan North East Essex Integrated Care Board, mengungkapkan kekhawatirannya tentang konsumsi cokelat.

Dia juga mendorong masyarakat untuk mengambil tindakan yang wajar dalam menghadapi masalah kesehatan yang semakin meningkat. Dokter Kelso menyoroti fakta bahwa jumlah kasus kerusakan gigi, obesitas, dan diabetes tipe 2 semakin meningkat.

Cokelat

Alhasil dia menekankan pentingnya untuk berhati-hati saat menikmati hidangan cokelat khas Paskah ini. Dia memberikan peringatan terhadap godaan untuk mengonsumsi cokelat sekaligus dalam sekali makan dan mendorong orang-orang untuk berhati-hati untuk mengonsumsinya.

Tujuannya agar dapat menjaga kesehatan gigi dan mencegah peningkatan risiko obesitas serta diabetes tipe 2.

Dalam hal ini dokter Kelso menyoroti beberapa hal terkait dengan cokelat dan kesehatan selama periode Paskah.

Pertama, dia menyebutkan bahwa rata-rata cokelat Paskah mengandung sekitar tiga perempat dari asupan kalori harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa mengonsumsi cokelat Paskah secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan asupan kalori yang tidak sehat.

Sehingga penting untuk mengendalikan konsumsi makanan selama periode ini. Namun, saran dari dokter Andrew Kelso malah menciptakan perdebatan yang intens di media sosial.

Beberapa pengguna menentang saran tersebut dengan menyatakan niat mereka untuk tetap mengonsumsi cokelat telur Paskah dalam jumlah besar tanpa memperhatikan peringatan yang diberikan.

Namun, dokter Kelso tetap menegaskan pandangannya dengan menyoroti konsekuensi negatif dari mengonsumsi terlalu banyak gula dan kalori terhadap kesehatan secara keseluruhan. Penting untuk diingat bahwa asupan gula yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi coklat telur Paskah dengan bijak, dalam porsi secukupnya, dan sebaiknya tetap menjaga pola makan yang seimbang serta gaya hidup yang sehat secara umum.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement