Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saling Terkait, Penggabungan Bidang Pariwisata dan Olahraga Dinilai Punya Efek Positif

Rizka Diputra , Jurnalis-Kamis, 21 Maret 2024 |23:57 WIB
Saling Terkait, Penggabungan Bidang Pariwisata dan Olahraga Dinilai Punya Efek Positif
Gelaran F1 Powerboat Danau Toba 2023 (Foto: Faisal Rahman/MPI)
A
A
A

MARAKNYA event pariwisata olahraga (sport tourism) berskala dunia yang digelar di Tanah Air bukti bahwa potensi sport tourism Indonesia patut diperhitungkan.

Sebut saja gelaran MotoGP hingga F1 Powerboat Danau Toba sukses mendongkrak kunjungan wisatawan di berbagai destinasi wisata.

Baik pariwisata dan olahraga dinilai sebagai bidang yang memiliki keterkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Sehingga sudah sepatutnya bidang pariwisata dan olahraga disatukan dalam sebuah lembaga agar dapat berjalan sinkron saling menguatkan.

Penggabungan ini sebenarnya telah diterapkan oleh sejumlah provinsi dan kabupaten/kota, di mana telah ada dinas yang khusus membidangi olahraga dan pariwisata.

Berdasarkan data Rumah Karya Indonesia, sebuah komunitas yang concern di bidang pariwisata Sumatera Utara mencatat, terdapat enam provinsi yang menggabungkan dinas olahraga dan pariwisata.

Gelaran F1 Powerboat Danau Toba

(Foto: Faisal Rahman/MPI)

Provinsi tersebut yaitu Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.

Sementara pada tingkat kabupaten/kota, terdapat 218 dinas yang menggabungkan antara pariwisata dengan olahraga.

"Dalam dunia pariwisata memiliki beberapa bentuk kegiatan. kegiatan yang paling mempunyai hubungan antara kegiatan dan kehadiran wisatawan salah satunya sport tourism," ungkap Direktur Rumah Karya Indonesia, Ojax Manalu dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Kamis (21/3/2024).

Masyarakat kata dia, bisa berbondong-bondong mendatangi suatu tempat yang sedang terjadi event olahraga. Mereka bisa disebut wisatawan yang melancong ke suatu wilayah karena ada acara olahraga.

"Sport tourism karena sifat terkadang lomba menjadi memiliki effort untuk menyaksikan langsung atau mendukung langsung di luar daripada bisa saja beberapa kegiatan lomba bisa menjadi bagian peserta. Dan saya memandang penggabungan bidang pariwisata dan olahraga dalam sebuah kementerian memiliki efek atau kinerja yang sangat baik," tuturnya.

Menurutnya, akan sangat efektif dan efisien jika pariwisata dan olahraga digabung dalam satu lembaga. Sangat baik jika di tingkat kementerian, ada kementerian yang membidangi pariwisata dan olahraga.

"Penggabungan bidang pariwisata dan olahraga dalam tawaran nomenklatur baru sangat memungkinkan melihat di tingkat kabupaten dua bidang itu ada dalam sebuah dinas. Contohnya beberapa kabupaten di Sumatera Utara, bidang pariwisata dan olahraga itu ada dalam satu dinas," sebut Ojax.

Infografis Danau Toba

Sejumlah event olahraga sangat potensial menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Sehingga event olahraga yang digelar secara otomatis akan turut menggeliatkan pariwisata di sebuah negara.

"Dinamika sport tourism di Indonesia seperti (MotoGP) Mandalika, Aquabike, FIH2O, Tour de Singkarak, Borobudur Marathon, World Surft League bisa menjadi bagian yang saling bekerja erat atau berhubungan langsung antara pariwisata dan olahraga," pungkasnya.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement