MENYUSUI merupakan kewajiban seorang ibu kepada bayinya. Bukan hanya sekedar memberikan nutrisi yang optimal, tetapi juga tentang hubungan emosional dan membangun ikatan yang kuat antara Ibu dan bayi.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa proses menyusui seringkali dapat menimbulkan tantangan bagi ibu, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan ASI si Kecil.
Menjaga kelancaran produksi ASI seringkali menjadi perjuangan bagi banyak Ibu. Faktor-faktor seperti stres, kurangnya waktu beristirahat, asupan nutrisi yang kurang memadai, atau masalah kesehatan tertentu bisa memengaruhi produksi ASI. Hal itu menyebabkan kecemasan dan kekhawatiran bagi ibu.
Berbagai upaya bisa dilakukan oleh para ibu untuk dapat memenuhi kecukupan ASI bagi si kecil, seperti istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, hingga rutin mengonsumsi daun torbangun (Coleus Amboinicus Lour).

Daun torbangun merupakan tanaman yang tersebar luas di Indonesia sejak ratusan tahun lalu. Daun ini memiliki tekstur licin dan tebal, serta beraroma oregano atau mint.
Dilansir dari website Universitas Airlangga, daun torbangun secara tradisional digunakan sebagai makanan, aditif pakan ternak, serta sebagai obat berbagai macam penyakit.
“Bahkan, para ibu di Sumatera Utara, wajib mengomsumsi daun torbangun hingga 30 hari. Biasanya mereka memasak sebagai sup untuk merangsang ASI. Menurut kajian, daun torbangun lebih efektif dibandingkan laktagogum,” tutur Guru Besar Universitas Airlangga Prof Dr Iwan Sahrial, drh., M.Si.
Sementara itu, National Library of Medicine, Senin (18/3/2024) Dosen Departemen Gizi dan Fakultas Ekologi IPB Profesor Rizal Damanik melakukan penelitian mengenai manfaat daun torbangun.
Hasil penelitian itu ditemukan bahwa kandungan lactogogue pada daun torbangun dapat meningkatkan produksi ASI tanpa mengurangi kualitas nutrisi ASI. Ibu menyusui yang konsumsi daun torbangun dapat memproduksi ASI sebesar 65 persen selama dua minggu.
Profesor Rizal menyebut daun torbangun tidak hanya dapat meningkatkan jumlah ASI, tapi juga membantu tumbuh kembang bayi, serta mendorong sistem imun yang lebih baik.