Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gaet Wisatawan Vietnam, Kemenparekraf Gelar Sales Mission di Hanoi dan Ho Chi Minh City

Nanda Dwi Cahyani , Jurnalis-Jum'at, 15 Maret 2024 |09:14 WIB
Gaet Wisatawan Vietnam, Kemenparekraf Gelar <i>Sales Mission</i> di Hanoi dan Ho Chi Minh City
Sales Mission Kemenparekraf di Vietnam (Foto: dok. Kemenparekraf)
A
A
A

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Indonesia Inbound Tour Operator Association (IINTOA) menggelar sales mission di dua kota besar di Vietnam, yaitu Hanoi dan Ho Chi Minh City, sebagai upaya mendorong angka kunjungan wisatawan mancanegara dari Vietnam.

Pada sales mission yang diselenggarakan di Hanoi pada 27 Februari 2024 dan Ho Chi Minh pada 28 Februari 2024 ini, Kemenparekraf memfasilitasi 20 sellers yang terdiri dari agen travel dan perhotelan untuk dipertemukan dengan 69 buyers yang merupakan perwakilan perusahaan outbound travel di Vietnam di bawah asosiasi Hanoi UNESCO Travel Club.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, Vietnam ialah pasar potensial dengan kenaikan jumlah wisatawan yang sangat signifikan dari tahun 2022 ke 2023.

Sales Mission Kemenparekraf di Vietnam

(Foto: dok. Kemenparekraf)

“Pada tahun 2022 jumlah wisman asal Vietnam mencapai 68.067, dan pada tahun 2023 mencapai 121.879, atau naik sebesar 79 persen. Angka tersebut sudah melampaui masa sebelum pandemi pada tahun 2019 yaitu sebesar 96.024 wisman,” kata Sandi mengutip laman Kemenparekraf.

Sales mission diawali dengan sambutan dan welcome remarks dari ketua IINTOA Paul Edmundus Tallo, dilanjutkan Ketua Hanoi UNESCO Travel Club, Dubes LBBP RI untuk Republik Sosialis Vietnam Denny Abdi, dan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno melalui video tapping.

Selanjutnya peserta mengikuti dua sesi B2B Meeting dengan pola table top (round robin) yang diakhiri dengan sesi lucky draw dan makan malam bersama.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan sales mission di Hanoi menghasilkan potensi transaksi mencapai 389.066 dolar AS atau sekitar Rp6.030.523.000 dengan potential pax mencapai 4.186 pax.

Sales Mission Kemenparekraf di Vietnam

(Foto: dok. Kemenparekraf)

Sementara pada kegiatan sales mission di Ho Chi Minh City tercatat potensi transaksi mencapai 874.452 dolar AS atau sekitar Rp13.554.006.000 dengan potential pax mencapai 3.593 pax.

“Dari sales mission di dua kota ini, diketahui bahwa paket wisata yang paling diminati calon wisatawan asal Vietnam adalah destinasi Bali, Jakarta, dan Yogyakarta dengan durasi kunjungan 4 sampai 5 hari,” ucap Made Ayu.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement