Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Inspiratif Samsuri, dari Sopir Angkot hingga Sukses Jadi Top 5 Agen BRILink Terbaik se-Indonesia

Tuty Ocktaviany , Jurnalis-Kamis, 14 Maret 2024 |15:35 WIB
Kisah Inspiratif Samsuri, dari Sopir Angkot hingga Sukses Jadi Top 5 Agen BRILink Terbaik se-Indonesia
Samsuri bersama sang istri, Rumiyati sukses menjadi Agen BRILink. (Foto: Tuty Ocktaviany/Okezone)
A
A
A

SAMSURI tidak membayangkan bisa sukses seperti sekarang. Kehidupannya yang susah dari sopir angkot, membuatnya gigih bekerja keras hingga mempunyai usaha dan diberi kepercayaan jadi Agen BRILink.

Lulus sekolah madrasah di Jombang, Samsuri memilih untuk mengadu nasib di Ibu Kota. Dia sebatang kara, nekat mencari pengalaman dan pendapatan tambahan.

Dia kemudian ditawari menjadi sopir angkot jurusan Tanah Abang – Kebayoran, 1994 lalu. Pekerjaan itu dia jalani sampai 25 tahun.

“Saya kerjanya sehari bisa 12 jam. Mulai kerja dari pukul 23.00, lalu istirahatnya jam 11.00. Waktu saya buat kerja dan kerja, tidak ada kesempatan nongkrong,” ucap Samsuri ditemui Okezone.com di Toko Fotocopy Mandiri miliknya, Kampung Baru, Sukabumi, Jakarta Barat, belum lama ini.

Agen BRILink
Samsuri tetap hidup sederhana meski sukses jadi Agen BRILink. (Foto: Tuty Ocktaviany)

“Penumpang saya kebanyakan tukang sayur. Saya sopir sekaligus bantu-bantu turunkan sayuran mereka, juga angkat karung. Semua saya lakukan sendiri. Itu bentuk pelayanan saya ke mereka. Hasilnya, mereka suka membayar lebih,” kata pria asal Tegal ini.

Jerih payah Samsuri membuahkan hasil. Pendapatan dari sopir angkot, lumayan bisa disisihkan.

“Kerja angkot dulu lumayan. Sehari bisa setoran Rp150 ribu untuk bos, itu di luar bensin. Penghasilan bisa lebih dari itu. Sebulan bisa dapat Rp1,5 juta lebih,” kata ayah dari tiga anak ini.

Berkat penghasilan yang cukup, Samsuri lalu punya niat membeli mikrolet sendiri. Dia kemudian berinisiatif meminjam ke Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Saya beli mikroletnya seken. Waktu itu saya dapat pinjaman dari BRI, lalu sisanya dari hasil gadaikan sawah mertua ke tetangga. Setahun sudah lunas sawahnya,” kata Samsuri.

Selama 10 tahun menjalankan mikrolet punya orang lain, akhirnya Samsuri bisa punya sendiri. Dia ingin tidak selamanya jadi kuli.

Seiring waktu berjalan, dia melihat ada peluang bisnis fotokopi. Kebetulan tidak jauh dari rumah kontrakannya, ada yang mau jual mesin fotokopi.

“Saya tertarik membelinya. Kebetulan orang itu juga masih sisa dua bulan kontrakannya, jadi saya yang meneruskan. Saat itu, usaha saya jalankan bersama istri. Tapi saya tidak meninggalkan kerja sebagai sopir angkot,” ucapnya yang belajar secara otodidak.

Samsuri dan istri, Rumiyati semangat kerja demi mengubah nasib menjadi lebih baik. Mereka membuka jasa fotokopi dari pukul 07.00 sampai jam 02.00 dini hari.

“Bapak ibu saya hidup susah. Adik saya delapan orang. Saya ingin jadi contoh buat adik-adik saya. Saya tidak pernah nongkrong. Bisanya kerja, kerja dan kerja terus. Paling saya berusaha jaga kesehatan,” katanya.

Perkenalannya dengan mantri BRI, membuat rezeki Samsuri terbuka luas. “Waktu itu ada mantri BRI yang main ke toko karena saya nasabah dan menawari menjadi Agen BRILink. Saya menyetujui, alhamdulillah ada yang menawari,” ucapnya.

Samsuri tiga tahun saja mengontrak lokasi usaha fotokopi. Dia lalu pindah ke lokasi lain, tidak jauh dari tempatnya semula.

Strategi Meyakinkan Nasabah

Samsuri kemudian menjalankan bisnis fotokopi sekaligus menjadi agen BRILink. Meski tidak mudah, ada saja tantangan yang dihadapi saat awal memperkenalkan BRILink.

“Meyakinkan saya sebagai Agen BRILink, awalnya susah. Tapi saya terus sosialisasi. Alhamdulillah, pelan-pelan mulai banyak yang tahu,” ucapnya.

Samsuri merasakan seperti mendapatkan keajaiban, rezekinya mengalir deras. Dia mendapatkan banyak manfaat setelah menjadi Agen BRILink. Bahkan dua tahun kemudian, dia bisa membeli tempat usaha fotokopi.

“Saya pendekatan ke pemilik. Pelan-pelan sambil mengumpulkan uang. Sekitar awal 2016 -2018, bagus transaksinya. Bisnis fotokopi sampai kalah dengan Agen BRILink,” katanya.

Dalam menjalankan usaha, Samsuri dan istri terbuka terhadap masukan. “Kita terima jika dapat masukan dari pembeli. Karakternya ada yang pedas, judes. Kita tidak mudah tersinggung,” ujarnya.

Agen BRILinkSamsuri bersama istri, Rumiyati mengelola usaha BRILink. (Foto: Tuty Ocktaviany)

Ada pengalaman yang tidak terlupakan bagi Samsuri hingga mendatangkan banyak nasabah BRILink.

“Saya coba jemput bola. Saya dulu berpikir, setor uang sampai antre lama di kantor BRI. Saya sampai kadang boncengi nasabah, tarik-tarikin mereka agar pakai BRILink saya. Bayar adminnya juga sama,” katanya.

Untuk membuat nasabah betah, Samsuri tidak kehabisan ide dengan melakukan pendekatan. Dia menyediakan singkong dan ubi rebus. Makanan itu bisa diambil secara gratis oleh nasabahnya.

“Karena saya orang bawah, jadi bahasanya nyambung. Pendekatannya lewat itu,” ucapnya tetap rendah hati meski sudah sukses.

Punya Karyawan Sendiri

Berkat menjadi agen BRILink, Samsuri bisa membuka lapangan pekerjaan. Dia bisa memiliki karyawan yang berasal dari kampung halaman sang istri, Indramayu.

“Saya punya dua karyawan. Satu untuk fotokopi, satunya fokus ke BRILink. Karyawan sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Dulu dia saya sekolahkan di sini. Karyawan saya kasih gaji, saya kasih makan juga. Saya pernah merasakan jadi orang susah, sehingga saya ingin memberikan yang terbaik ke karyawan,” ucap Samsuri.

Bagi Samsuri, karyawan bisa loyal karena merasa nyaman. Sehingga dia berusaha memenuhi kebutuhan karyawannya dengan baik.

“Kunci sukses Agen BRILink karena memiliki SDM dan modal yang kuat. Alhamdulilah, sekarang di rumah juga ada mesin ATM. Ada dua. Itu berkat kepercayaan dari BRI,” ucap Samsuri yang pernah juga jualan bakso.

Selama ini, Samsuri menjalani hidup mengalir seperti air. Dia tidak berangan punya cita-cita sejak kecil.

“Saya jalani saja hidup. Prinsipnya, mengalir saja. Kerja keras dan hidup benar saja,” ucapnya bersyukur jadi mitra BRI.

Prestasi jadi Agen BRILink Terbaik se-Indonesia

Kegigihan Samsuri menawarkan produk-produk perbankan dari BRI, berbuah manis. Tidak hanya pendapatan yang bertambah, dia juga diganjar dengan hadiah.

“Saya waktu 2017 dapat hadiah mobil. Saya jadi agen BRILink terbaik seluruh Indonesia urutan lima,” ucapnya yang memilih menjual mobil ke orang lain.

Setahun kemudian, Samsuri masih mempertahankan prestasinya dan menempati urutan keempat. Dia pun mendapatkan hadiah umrah ke Tanah Suci. Tahun berikutnya, kata Samsuri, saya dapat hadiah sepeda motor.

“Setelah dapat mobil, tahun berikutnya dapat umrah gratis dari BRI. Saya ke Tanah Suci sendiri. Setahun kemudian ada rezeki, saya berangkatkan istri, bersama ibu saya, adek dan kerabat pergi umrah,” ucapnya.

Samsuri merasakan yang diraihnya serasa mimpi. Namun, dia sadar bahwa rezeki itu yang memberi Allah SWT.

“Saya setiap hari selalu sisihkan Rp300 ribu untuk keperluan membantu orang atau sedekah. Kita baik sama orang, berbagi. Rezeki akan balik lagi. Setiap lebaran haji, saya juga rutin potong sapi dua ekor,” katanya.

Kesuksesan yang diraihnya kini, membuat Samsuri hanya ingin selalu sehat. Kalau sehat, bisa bekerja.

“Minta sehat dulu. Rezeki, Insyaallah dapat juga,” ucap Samsuri yang rutin menjalani salat tahajud dan dhuha.

Menurut Samsuri, sosok ibundanya yang membuat dirinya bisa sukses seperti sekarang. Dia sangat terinspirasi dan menyayanginya.

“Bakat saya ikut dari ibu. Zaman ibu jualan warteg, suka berbagi juga. Kalau sama orang susah, dia kasih aja tanpa membayar,” ucapnya.

Menurut cerita Samsuri, ketika masih menjadi sopir angkot, orangtuanya ikut pindah ke Jakarta. Mereka mengontrak rumah sekaligus tempat usaha warteg.

“Namanya orangtua, ingin nggak mau repotin anak. Duitnya ingin punya sendiri. Alhamdulillah, adik-adik juga saya didik dan sudah punya rumah sendiri,” ucapnya.

Sekalipun orang susah, kata Samsuri, ibunya selalu berbuat baik. “Sosok ibu kasihan, susahnya. Susahnya kayak apa, harus hidupi sembilan anak. Berjuang agar anak-anaknya bisa sekolah,” kata Samsuri menangis tidak bisa membendung air mata.

Di akhir cerita, Samsuri punya rencana ingin membuat teralis di tempat usaha BRILink miliknya. Itu dia lakuan demi menjaga keamanan.

“Biar tidak langsung berhadapan dengan nasabah. Jadi, ada pembatas,” ucapnya.

Strategi Menambah Jumlah Agen BRILink

Peran Agen BRILink sangat penting dalam memperkenalkan produk-produk perbankan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK (BBRI) atau BRI. Itu pula yang menjadi concern di wilayah Kantor Cabang Tanah Abang.

“Jumlah Agen BRILink pada Desember 2023 sebanyak 1.960. Sementara pada Februari 2024, sebanyak 1987. Ada penambahan sebanyak 27 agen,” ucap Pimpinan Cabang BRI KC Tanah Abang Totok Siswanto, dihubungi Okezone.com pada Kamis (14/3/2024).

BRILink merupakan program BRI untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan konsep sharing fee, yang memiliki peran sebagai mini ATM BRI. Program ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi perbankan secara real time online, dengan fitur Electronic Data Capture (EDC) Mini ATM BRI.

Dengan perannya yang sangat besar, kata Totok, agen BRILink di wilayah KC Tanah Abang terus digenjot. Menurutnya, target penambahan Agen BRILink di Desember 2024 sebanyak 2.743 agen.

Sementara terkait target transaksi BRILink, Totok memperinci.

“Desember 2023 sebanyak 1.723.750 transaksi. Untuk Desember 2024, targetnya sebanyak 2.002.589 transaksi,” ucapnya.

Untuk mengejar target penambahan Agen BRILink, Totok mempunyai strategi.

“Strateginya mendekat ke lokasi usaha dan jenis usaha yang ada di sekitar atau wilayah kita. Lokasi usahanya seperti pusat bisnis, kompleks daerah tertentu,” ucapnya.

Kehadiran Agen BRILink, tentu saja sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan inklusi keuangan BRI. Di mana konsumen tidak perlu datang ke kantor BRI, sehingga bisa cepat dan tidak antre lagi.

Mau jadi Agen BRILink? Berikut ini panduannya, seperti dikutip dari laman resmi Bank BRI.

1. Belum menjadi agen dari bank penyelenggara Laku Pandai

2. Memiliki surat keterangan legalitas usaha (sekurang-kurangnya dari perangkat desa) atau SK pengangkatan pegawai tetap atau SK pensiunan

3. Memiliki sumber penghasilan dari kegiatan usaha dan atau kegiatan tetap lainnya minimal dua tahun

4. Memiliki rekening simpanan berkartu di Bank BRI, menyetor uang jaminan sebesar Rp3 juta dan saldo tersebut diblokir selama menjadi agen

5. Memiliki rekening pinjaman di Bank BRI (tanpa harus menyetor uang jaminan) dengan kolektibilitas lancar selama enam bulan terakhir.

6. Pengajuan agen dapat berbentuk perseorangan atau instansi berbadan hukum.

Sementara proses menjadi gen BRILink, tidak sulit. Ini persyaratan yang bisa disiapkan.

1. Kelengkapan identitas

2. Menjadi nasabah BRI

3. Melengkapi surat izin usaha

4. Pengisian formulir dan proses berkas di uker BRI

5. Proses instalasi perangkat Agen BRILink

6. Agen siap melayani.

(Tuty Ocktaviany)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement