OLAHRAGA merupakan salah satu kegiatan yang sangat dianjurkan untuk tetap bisa menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Terdapat berbagai jenis olahraga yang bisa Anda lakukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.
Meski dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, ternyata ada beberapa jenis olahraga yang tidak baik jika dilakukan berlebihan. Pasalnya, jenis olahraga tersebut bisa memicu gangguan tulang punggung jika dilakukan terlalu sering alias berlebihan.
Bahkan, beberapa jenis olahraga tersebut juga harus dilakukan dengan teknik yang benar agar tidak berujung pada gangguan tulang belakang. Lantas, jenis olahraga apa saja yang berpotensi terhadap gangguan atau kelainan pada tulang belakang jika dilakukan secara berlebihan?
Berikut diantaranya, berdasarkan hasil wawancara MNC Portal dengan Consultant Orthopaedic Spine Surgeon ALTY Hospital Kuala Lumpur, dr Lee Chee Kean, berikut ulasannya.
1. Weight Lifting alias olahraga angkat beban
Weight Lifting alias olahraga angkat beban memang mempunyai manfaat untuk menguatkan, khususnya otot punggung. Namun, Dr Lee menyebut, disisi lain jenis olahraga satu ini ternyata punya peningkatan risiko terhadap cedera punggung bawah, baik pada komponen jaringan keras (tulang) maupun komponen jaringan lunak (otot, bantalan sendi, dan lain-lain).
“Yang paling tidak bagus (untuk tulang belakang) adalah main alat gym yang berat-berat. Terutama ketika main weight lifting, yang beratnya sampai 40-50 kilogram. Mereka harus sampai bungkuk badannya, sehingga sangat melibatkan tulang punggung,” tutur dr Lee, saat diwawancara di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
“Jadi tekniknya perlu sangat betul dan tepat. Jadi sangat tidak baik (untuk tulang punggung) kalau tekniknya salah," ucapnya.

Dokter Lee lantas menyarankan agar jenis olahraga satu ini dilakukan dengan teknik yang benar, atau hanya dilakukan oleh orang-orang yang telah profesional. Pasalnya, jika dilakukan dengan teknik yang salah, olahraga ini memiliki risiko tekanan terhadap saraf, terutama yang terdapat pada tulang belakang, hingga memicu saraf terjepit.
“Jadi, yang main alat itu harus yang sampai sangat-sangat profesional. Kalau orang-orang biasa seperti kita, ada kalanya kita miss step, atau bukan pakai otot kaki dan tangan, tapi justru pakai tenaga dari punggung, itu bisa memicu cedera,” katanya.
2. Sit-up
Olahraga sit-up masih banyak digemari, terutama bagi mereka yang ingin mendapatkan perut rata hingga berotot. Namun, alih-alih mendapatkan perut yang six-pack, olahraga sit-up ternyata bisa memicu gangguan pada bantalan sendi di pinggung jika dilakukan secara berlebihan.
“Yang kedua olahraga memperkuat otot perut seperti sit up. Karena dia kan naik turun naik turun, itu bisa memicu sendi bantalan pada punggung jadi rusak,” tutur dr Lee.
Dokter Lee bahkan pernah menemukan salah satu kasus pada pasiennya yang memiliki bantalan sendi yang rusak parah akibat terlalu berlebihan melakukan olahraga sit-up. Padahal, usia pasiennya itu masih sangat belia.
“Saya pernah bertemu remaja berusia 19 tahun, sangat-sangat muda tetapi semua bantalan (bagian punggungnya) rusak. Sebab dia memang berlebihan,” katanya.
“Karena dia setiap harinya sampai 300 kali sit up. Jadi itu memang nggak bagus jika dilakukan berlebihan,” ujarnya.