Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pilot Batik Air Tertidur 28 Menit saat Terbang ke Jakarta, Begini Kronologinya

Tangguh Yudha , Jurnalis-Sabtu, 09 Maret 2024 |12:11 WIB
Pilot Batik Air Tertidur 28 Menit saat Terbang ke Jakarta, Begini Kronologinya
Pesawat Batik Air (Foto: Pexels/Jeffry Surianto)
A
A
A

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap peristiwa mengejutkan yang dialami pilot maskapai Batik Air yang tertidur saat menerbangkan pesawat Airbus A320 (PK-LUV) bernomor penerbangan ID6723.

Pesawat tersebut terbang dari Bandara Haluoleo, Kendari menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pada 25 Januari 2024 lalu. Kecerobohan ini terbongkar usai dilakukan investigasi mendalam.

Melansir FlightGlobal, sebelumnya terjadi kejanggalan pada penerbangan ID6723 di mana pesawat sempat hilang kontak dan keluar jalur.

Kala itu, kedua pilot yang menerbangkan pesawat mengaku mengalami masalah radio hingga membuatnya gagal merespons petugas lalu lintas udara.

Namun setelah ditelisik, rupanya kedua pilot tertidur selama 28 menit dalam penerbangan berdurasi 2 jam 35 menit tersebut.

Rute Penerbangan Batik Air Kendari-Jakarta

(Foto: KNKT)

Dalam laporannya KNKT mengatakan, peristiwa ini terjadi sesaat setelah pilot melakukan kontak awal dengan petugas pengatur lalu lintas udara Jakarta.

KNKT menyebut, kejadian bermula saat pesawat mencapai ketinggian jelajah, sekitar pukul 08.37 waktu setempat.

Saat itu kedua pilot melepas headset mereka dan pilot pertama bertanya kepada pilot kedua apakah dirinya boleh tidur. Pilot kedua kemudian membolehkan dan pilot pertama pun tidur.

Setelah tidur selama 40 menit, pilot pertama terbangun dan menanyakan apakah pilot kedua ingin beristirahat juga.

Petugas kedua menolak dan melanjutkan tugasnya. Ia kemudian melakukan kontak awal dengan pengatur lalu lintas udara Jakarta di arah 250° di sebelah timur titik jalan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement