Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata Racun Ikan Buntal Jauh Lebih Mematikan dari Sianida, Berikut Faktanya!

Cahyo Yulianto , Jurnalis-Jum'at, 08 Maret 2024 |09:04 WIB
Ternyata Racun Ikan Buntal Jauh Lebih Mematikan dari Sianida, Berikut Faktanya!
Ikan Buntal (Foto: Pexels/Jeffry Surianto)
A
A
A

Saat seseorang mengalami keracunan tetrodotoxin karena memakan ikan buntal, orang tersebut akan mengalami mati rasa pada bibir dan mulut diikuti kesemutan pada ekstremitas, bicara tidak jelas, ketidakseimbangan motorik, kelemahan otot, dan kelumpuhan pada kurun waktu 20 menit hingga dua jam pertama.

Saat keracunan sudah mencapai tahap parah, maka orang tersebut akan mengalami kematian karena gagal napas maupun gagal jantung.

Ikan Buntal

(Foto: Pexels/Juanita Theron)

Secara umum, tetrodotoxin tersebar di bagian gonad, hati, usus, dan kulit ikan buntal. Pada beberapa spesies, racun ini juga ada di bagian daging. Itulah sebabnya, perlu ketelitian ekstra saat mengolah ikan ini agar terhindar dari racun.

Lebih parahnya lagi, hingga kini belum ada obat pasti untuk mengobati keracunan tetrodotoxin. Satu-satunya cara adalah dengan menghindari mengonsumsi ikan buntal, daripada harus mati konyol.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement