VIRAL di media sosial, tiga warga Haria, Kecamatan Saparua, Maluku tengah tewas karena keracunan telur ikan buntal.
Diketahui, ibu dan dua anaknya yang menjadi korban itu meninggal setelah memakan telur ikan yang punya nama lain reka-reka itu.
Ikan buntal (puffer fish) memang dikenal sebagai salah satu makanan yang sangat lezat. Di Jepang, ikan ini disebut fugu dan hanya diolah oleh para koki profesional dengan lisensi khusus karena tahu betapa berbahayanya jika salah dalam mengolahnya.
Melansir Two Fish Divers, ada lebih dari 120 spesies ikan buntal yang tersebar di seluruh dunia. Sebagian besar spesies ini ditemukan di perairan tropis dan juga subtropis.

(Foto: Instagram/@brody_thepuffer)
Ikan buntal memiliki tubuh yang kecil dengan duri-duri tajam di sekujur tubuhnya. Saat merasa terancam, mereka akan mengambil banyak air dan udara agar badannya menggelembung seperti bola berduri yang menyakitkan.
Selain badannya yang suka menggelembung, ikan buntal juga terkenal karena racunnya yang sangat mematikan.
Melansir Centre for Food Safety, racun ini disebut dengan tetrodotoxin (TTX) yang efeknya 1.000 kali lebih mematikan dari racun sianida.
Tetrodotoxin memiliki kemampuan untuk menjalin ikatan dengan saluran natrium yang ada di membran sel saraf. Hal ini akan mengganggu transmisi sinyal dari saraf ke otot. Oleh karena itu, orang yang keracunan ikan buntal akan mengalami kelumpuhan otot pada tahap awal.
Saat seseorang mengalami keracunan tetrodotoxin karena memakan ikan buntal, orang tersebut akan mengalami mati rasa pada bibir dan mulut diikuti kesemutan pada ekstremitas, bicara tidak jelas, ketidakseimbangan motorik, kelemahan otot, dan kelumpuhan pada kurun waktu 20 menit hingga dua jam pertama.
Saat keracunan sudah mencapai tahap parah, maka orang tersebut akan mengalami kematian karena gagal napas maupun gagal jantung.
(Foto: Pexels/Juanita Theron)
Secara umum, tetrodotoxin tersebar di bagian gonad, hati, usus, dan kulit ikan buntal. Pada beberapa spesies, racun ini juga ada di bagian daging. Itulah sebabnya, perlu ketelitian ekstra saat mengolah ikan ini agar terhindar dari racun.
Lebih parahnya lagi, hingga kini belum ada obat pasti untuk mengobati keracunan tetrodotoxin. Satu-satunya cara adalah dengan menghindari mengonsumsi ikan buntal, daripada harus mati konyol.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.