Famtrip ini dilakukan agar pihak KBRI yang saat itu hadir bersama beberapa media dari Kazakhstan dan produser film ini jauh lebih mengenal Labuan Bajo dengan berbagai kearifan lokal, keunikan, dan kekayaan alamnya.
Terlebih, Labuan Bajo saat ini juga menjadi salah satu lokasi tujuan pembuatan sinematografi nasional, sehingga tidak menutup kemungkinan ke depannya menjadi salah satu tujuan pembuatan sinematografi dunia.
Wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo juga diimbau memerhatikan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya masyarakat lokal sehingga dapat memperoleh pengalaman berwisata yang berkualitas.
(Foto: BPOLBF)
“Seperti yang selalu dikampanyekan Menparekraf, quality tourism yang dimaksud itu mengacu kepada layanan yang berkualitas tinggi dan kental dengan keunikan alam, sosial, budaya, dan masyarakat,” paparnya.
“Dengan begitu, wisatawan bisa mendapat pengalaman, bernilai tinggi dengan tetap memperhatikan keberlangsungan lingkungan hidup dari destinasi yang dikunjungi. Kami berharap ini menjadi spirit promosi pariwisata yang akan dikerjasamakan bersama negara lain salah satunya Kazakhstan,” kata Frans memungkasi.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.