Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jajaki Peluang Kolaborasi, Otorita Labuan Bajo Audiensi dengan KBRI Kazakhstan

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Rabu, 06 Maret 2024 |11:28 WIB
Jajaki Peluang Kolaborasi, Otorita Labuan Bajo Audiensi dengan KBRI Kazakhstan
Labuan Bajo, NTT (Foto: Instagram/@jhon_indon)
A
A
A

BADAN Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) membuka peluang bagi wisatawan mancanegara (wisman) dari Kazakhstan untuk meningkatkan pariwisata di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu dilakukan melalui kerja sama dengan lintas stakeholder baik di lokal, nasional, maupun internasional, lewat pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan di Labuan Bajo pada akhir Februari lalu.

Program kolaborasi ini dilakukan guna mempromosikan Labuan Bajo ke pasar wisatawan Kazakhstan.

Terlebih, pada 2023, kunjungan wisman dari Kazakhstan ke Indonesia meningkat menjadi 7.308 kunjungan, dari yang awalnya hanya 1.878 kunjungan pada 2022.

Peningkatan kunjungan turis dari Kazakhstan ini lantas diharapkan dapat menjadi ceruk bagi kunjungan pariwisata Labuan Bajo.

Infografis Labuan Bajo

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, pada tahun 2023 itu terjadi peningkatan kunjungan wisatawan yang sangat signifikan dari Kazakhstan ke Indonesia yaitu dari 1.878 pada 2022 menjadi 7.308 kunjungan pada 2023,” ujar Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh.

“Kami berharap, tahun ini kunjungan wisatawan Kazakhstan juga terdistribusi ke Labuan Bajo. Sehingga kerja sama promosi Labuan Bajo ke masyarakat Kazakhstan sangat penting untuk dilakukan,” tambah dia.

Pada kesempatan tersebut, BPOLBF juga menawarkan kerja sama untuk kegiatan Famtrip Kazakhstan di Labuan Bajo.

Famtrip ini dilakukan agar pihak KBRI yang saat itu hadir bersama beberapa media dari Kazakhstan dan produser film ini jauh lebih mengenal Labuan Bajo dengan berbagai kearifan lokal, keunikan, dan kekayaan alamnya.

Terlebih, Labuan Bajo saat ini juga menjadi salah satu lokasi tujuan pembuatan sinematografi nasional, sehingga tidak menutup kemungkinan ke depannya menjadi salah satu tujuan pembuatan sinematografi dunia.

Wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo juga diimbau memerhatikan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya masyarakat lokal sehingga dapat memperoleh pengalaman berwisata yang berkualitas.

Audiensi BPOLBF dan KBRI Kazakhstan

(Foto: BPOLBF)

“Seperti yang selalu dikampanyekan Menparekraf, quality tourism yang dimaksud itu mengacu kepada layanan yang berkualitas tinggi dan kental dengan keunikan alam, sosial, budaya, dan masyarakat,” paparnya.

“Dengan begitu, wisatawan bisa mendapat pengalaman, bernilai tinggi dengan tetap memperhatikan keberlangsungan lingkungan hidup dari destinasi yang dikunjungi. Kami berharap ini menjadi spirit promosi pariwisata yang akan dikerjasamakan bersama negara lain salah satunya Kazakhstan,” kata Frans memungkasi.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement