KASUS keputihan yang terjadi pada sebagian masyarakat, bukanlah hal yang aneh dan sering terjadi pada kalangan wanita. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa keputihan pada anak balita bisa terjadi dengan beberapa gejala?
Dokter Obgyn, dr Dinda Derdameisya, Sp.OG mengatakan gejala yang ditimbulkan biasanya akan ada sesuatu yang keluar secara terus-menerus ditambah adanya warna seperti kekuningan atau putih yang menggumpal. Biasanya keluarnya itu ditambah dengan bau tidak sedap.
Pada kebanyakan anak jika mengalami kondisi ini maka akan merasakan rasa nyeri atau terbakar pada area kelaminnya.
“Biasanya sesuatu yang terus menerus keluar, berwarna, dan berbau. Biasanya anak akan mengeluhkan rasa nyeri ditambah ada rasa terbakar,” kata dr Dinda saat ditemui dalam acara Grand Opening dan Media Diskusi Klinik First Care Jakarta Selatan, Senin 4 Maret 2024.

“Biasanya keputihannya berwarna kuning atau putih gumpal-gumpal, terus kalau dilihat sama ibunya kan misalnya tuh di kulitnya berwarna merah,” katanya.
Apabila kondisi ini sudah terjadi, maka penanganan yang tepat yaitu dengan memperbaiki kebersihan diri. Bahkan jika diperlukan bisa menggunakan sabun antiseptik. Sebab dengan menggunakan sabun antiseptik dapat membunuh kuman dan bakteri yang berada di area tersebut.
Tidak hanya itu, dr Dinda juga menyarankan agar para orangtua mengajarkan anak-anaknya kebersihan diri yang benar. Kondisi ini dapat dimulai pada saat anak-anak sudah terbiasa melakukan Buang Air Kecil (BAK) sendiri.
“Biasanya anak balita ini memang seringnya mengalami keputihan ini kaitannya dengan hygiene. Penting untuk ibu-ibu mengajarkan anaknya kebersihan. Dari awal dia sudah Buang Air Kecil (BAK) sendiri karena biasanya balita sudah mulai belajar tuh bagaimana cara membersihkannya dan bagaimana arah membersihkannya,” ucap dr Dinda.