MINUM obat TB selama enam bulan berturut-turut bisa merusak ginjal? Pertanyaan tersebut sering ditanyakan oleh pasien dan keluarganya, mengingat seseorang yang didiagnosa TB harus mengonsumsi obat secara rutin selama enam bulan atau lebih.
Seperti diketahui, Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang menyerang paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Ketika seseorang menderita TB, dokter akan memberikan beberapa jenis obat untuk penyembuhan. Obat tersebut harus dikonsumsi secara rutin dan tidak boleh terlewat, bila terlewat pengobatan harus diulang dari awal.
Namun beberapa orang khawatir bila konsumsi obat terlalu sering dan banyak bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Lantas apakah konsusmi obat TB juga bisa merusak ginjal?
Dokter Spesialis Paru, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K) mengaku pertanyaan seperti itu sering ditanyakan oleh pasien. Namun menurut dr Erlina pasien tidak perlu khawatir, sebab obat TB tidak merusak ginjal.

“Empat jenis obat anti Tuberkulosis, yakni Rifampicin, Isoniazid, Pyrazinamide, dan Ethambutol ini sudah diteliti sedemikan rupa dan tidak merusak ginjal,” ujar dr Erlina dalam cuitannya di X atau Twitter @erlinaburhan, Senin (19/2/2024).
Lebih lanjut dr Erlina menjelaskan hal tersebut karena ditentukan dosis dan lama pemberiannya. Dari penelitian itu disimpulkan bahwa obatnya aman.
“Tetapi tentu saja harus dikonsumsi sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jadi misal dosisnya cukup sekali sehari, maka harus dikonsumsi sekali sehari,” katanya.
Dokter Erlina menjelaskan bila konsumsi obat 2-3 kali sehari tentu saja akan berdampak. Bisa menimbulkan efek tidak nyaman atau efek samping.
“Jadi selagi dosisnya sesuai dengan resep dokter maka obatnya aman. Tidak ada pengaruhnya untuk ginjal atau organ lainnya,” tuturnya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.