MINUMAN berenergi sangat mudah ditemukan di pasaran. Bagi sebagian orang, minuman berenergi dapat membantu mengatasi rasa lelah pada tubuh. Sensasi yang diberikan setelah mengkonsumsi minuman berenergi dapat membuat tubuh lebih ringan dan bersemangat.
Meski begitu, terlalu sering meminum minuman berenergi ternyata dapat membahayakan kondisi kesehatan, khususnya organ ginjal. Apalagi jika minuman berenergi dikonsumsi oleh anak-anak.
Menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Science Direct, dikutip dari People, Kamis (8/2/2024), anak-anak yang gemar mengkonsumsi minuman berenergi dapat memicu peningkatan gangguan ADHD. Tak cuma itu, terdapat berbagai permasalahan lain yang dapat menyerang tubuh, seperti ke gangguan kepanikan dan depresi.

Hal ini juga dapat membuat anak kesulitan dalam mengatur emosinya dan khawatirnya akan menurunkan tingkat kesejahteraan hidup sang anak. Penelitian tersebut telah melaporkan adanya temuan beberapa kasus yang cukup parah akibat terlalu sering mengkonsumsi minuman berenergi, salah satunya berkaitan dengan stres berat hingga memicu tindakan bunuh diri.
“Ada juga tingkat ide dan upaya bunuh diri yang lebih tinggi, di antara mereka yang meminum lebih dari satu minuman energi sehari,” tulis penelitian Science Direc.
Lebih lanjut, studi tersebut juga membeberkan beberapa kandungan yang diduga dapat membahayakan kesehatan mental dan juga fisik dari anak, seperti kandungan kafein dan gula yang tinggi dalam satu kaleng minuman berenergi.
“Kafein, jika dikombinasikan dengan gula dan bahan lain yang memiliki sifat stimulan, dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan anak-anak dan remaja secara keseluruhan,” tulis studi tersebut.