2. Faktor risiko
Melandir Medical News Today, asam urat terjadi karena banyaknya kandungan asam urat dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi karena banyak faktor terkhusus makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Akan tetapi seorang laki-laki lebih rentan mengalaminya. Orang dengan berat tubuh berlebih dan memiliki riwayat penyakit hipertensi, diabetes, dan ginjal juga lebih beresiko untuk terkena asam urat.
Berbeda dengan hal tersebut, rematik adalah penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menggerogoti sendi. Penyakit ini lebih rentan menyerang orang yang telah berusia lebih dari 60 tahun.
Faktor jenis kelamin, genetik dan riwayat melahirkan juga dapat meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit ini.
3. Pengobatan
Perbedaan yang terakhir terletak pada cara pengobatannya. Orang yang menderita asam urat dapat diringankan dengan mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan kadar asam urat colchicine, probenesid, dan allopurinol. Untuk meredakan nyerinya, orang-orang juga bisa mengkonsumsi obat anti-inflamasi dari apotek. Dan yang paling utama adalah harus merubah pola makan.
Berbeda dengan hal tersebut, orang-orang yang terserang rematik harus mengkonsumsi disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) untuk mengganggu respon imun dan mencegah gejala semakin memburuk. Selain itu, penderita juga harus memperbanyak aktivitas fisik dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.
Itulah 3 perbedaan asam urat dan juga rematik.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.