“Kalau menurut aku tangan ini kan bagian dari tubuh kita ya, kita bisa melihat kemana-mana. Jadi kalo kita belajar sendiri dan baca sendiri itu bakal memicu overthinking dan stress,” kata Nana.
Nana juga menjelaskan bahwa selama menjadi palm reader, dirinya juga membatasi jumlah orang yang ia baca garis tangannya. Hal ini diperlukan agar hasil penafsirannya lebih efektif dan akurat.
“Jadi kalau kita baca pakai hati itu berarti kita pakai energi yang ada di diri kita. Misalnya aku batasi baca garis tangan sepuluh orang, nanti setelah orang ke sepuluh itu udah gak akurat lagi, karena aku memaksakan diriku gitu,” tuturnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.