5. Thailand
Penduduk Thailand yang hangat dan ramah membuat para pelancong terus datang kembali ke Negeri Gajah Putih ini, dengan perkiraan 40 juta pengunjung setiap tahunnya sebelum pandemi.
Sebagian besar dari mereka adalah muslim, yang datang karena alasan yang sama seperti orang lain yaitu daya tarik tropis negara ini, budayanya yang unik, dan kuliner yang beragam.
Muslim adalah minoritas terbesar di Thailand dengan lima persen dari populasi, dan terdapat lebih dari 3.000 masjid di seluruh negeri. Namun, pengunjung muslim kemungkinan besar akan merasa betah di daerah semenanjung selatan, berkat hubungan historis mereka dengan Arab.
6. Singapura
Singapura menarik perhatian pelancong dari berbagai kalangan dengan keragaman, keindahan alam, dan nuansa kosmopolitannya.
Prestasinya sebagai peringkat teratas dalam Global Muslim Travel Index di antara negara non anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bukanlah kejutan.

Dengan banyaknya tempat ibadah, sertifikasi halal nasional yang mencakup pusat jajanan, serta infrastruktur yang mendukung kebutuhan umat muslim, Singapura menjadi destinasi yang ramah bagi wisatawan muslim.
7. Inggris
Inggris naik delapan peringkat dalam Global Muslim Travel Index ke posisi 20, menempati peringkat kedua di antara negara non-Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Sejarah kolonial Inggris mencatat keberadaan muslim sejak abad ke-16. Kota-kota besar seperti London, Cardiff, Glasgow, dan Liverpool menjadi rumah bagi komunitas Islam yang signifikan.
Kota London khususnya menawarkan pemandangan makanan halal yang sangat baik, meskipun di restoran mewah mungkin perlu memesan makanan halal terlebih dahulu. Produk wisata halal, seperti high tea halal di atas perahu sungai Thames dan tur sejarah Islam di Inggris, semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
(Rizka Diputra)