Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lansia Sering Alami Encok? Ini Penyebabnya

Chindy Aprilia Pratiwi , Jurnalis-Selasa, 30 Januari 2024 |22:00 WIB
Lansia Sering Alami Encok? Ini Penyebabnya
Penyebab lansia sering alami encok. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

MASALAH kesehatan pada lansia seringkali muncul di bagian tulang. Tidak sedikit dari lansia yang mengeluhkan masalah encok dengan mendatangi pelayanan kesehatan untuk menanyakan dan mengobati permasalahannya.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Profesor Zubairi Djoerban permasalahan encok pada usia lanjut sebetulnya tidak bisa dijawab saat ini. Artinya, hal yang dirasakan sekarang pada lansia, sebenarnya sudah terjawab dengan apa yang dilakukan semasa muda dahulu.

“Pada dahulu kala, pada waktu muda itu rajin olahraga, cukup makan buah sayur itu akan menyebabkan tulang kita menjadi lebih padat, untuk kemungkinan osteoporosis menjadi lebih lambat, untuk encok menjadi lebih lambat. Sehingga kita tidak terlalu terganggu,” kata Profesor Zubairi Djoerban, dikutip dalam akun Instagram miliknya @profesorzubairi, Selasa (30/1/2024).

Lansia

Akan tetapi, jika saat ini lansia baru menyadarinya, maka langkah yang tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Sebab, pada beberapa kasus encok bisa terjadi karena berbagai kondisi dan tentunya dengan pengobatan yang berbeda-beda.

Misalnya, adanya osteoporosis pada penderita sehingga membuat tulang-tulang di panggul terasa terganggu. Biasanya jika kondisi sudah seperti ini, dokter melakukan pemeriksaan lewat MRI untuk memastikan lebih tajam sebelum menentukan diagnosis. Jika penyebab encok itu sudah ditemukan, dokter baru akan memberikan obat mengatasinya.

“Kemudian kadang-kadang bisa juga ada gangguan di misalnya di bonggol tulang paha tentu saja obatnya berbeda dengan yang lain. Namun yang paling penting pada usia lanjut harus tetap aktif. Meskipun sakit, justru sakit supaya tidak makin berat harus tetap aktif,” ucap Profesor Zubairi.

“Awalnya minta obat dokter, dokter kadang-kadang akan memberikan obat untuk pain killer, ada juga obat yang khusus untuk pinggang. Kemudian kadang-kadang dikombinasikan dengan obat untuk memperkuat efek anti nyeri, misalnya dengan pregabalin atau dengan gabapentin. Jadi dokter akan memilihkan mana yang terbaik,” katanya. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement