Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Vidi Aldiano Alami Takikardia Usai Jalani Kemoterapi, Penyakit Apakah Itu?

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Sabtu, 27 Januari 2024 |01:45 WIB
Vidi Aldiano Alami Takikardia Usai Jalani Kemoterapi, Penyakit Apakah Itu?
Vidi Aldiano ceritakan kondisinya usai lakukan kemoterapi. (Foto: Instagram @vidialdiano)
A
A
A

PENYANYI Vidi Aldiano baru-baru ini membagikan pengalamannya usai menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker ginjal yang dideritanya.

Beberapa waktu lalu, melalui video Online Journal: Part 2 yang diunggah dalam Instagram pribadinya, Vidi Aldiano terlihat membagikan kondisi terkini setelah kemoterapi. Pelantun lagu Nuansa Bening ini mengaku merasakan beberapa efek samping dari kemoterapi. Mulai dari menggigil hingga merasa ngilu.

“Hi everyone, gue Vidi dan welcome to my online journal. And today was such i think it’s an okay day. Karena semalam sebenarnya gua agak lumayan dapat side effect dari kemo yang gua lakukan hari sebelumnya,” kata Vidi dikutip dari Instagram @vidialdiano, Jumat (26/1/2024).

“Badan gua kaya menggigil semalaman dan mulai ngilu sebadan lagi dan kalau kegesek sakit,” ucap Vidi.

Efek samping tersebut masih dia rasakan hingga keesokan harinya saat dirinya bangun di pagi hari. Vidi mengatakan dirinya bangun dalam keadaan takikardia. Lantas, apa itu takikardia? Berikut ulasannya, dilansir dari laman Kemenkes RI, Sabtu (27/1/2024).

Vidi Aldiano

Takikardia atau takikardi merupakan kondisi denyut jantung di atas normal. Pada manusia normal, jantung berdenyut dengan teratur sebanyak 60-100 kali per menit. Takikardi terjadi bila jantung berdenyut lebih dari 100 kali per menit, baik itu denyut secara teratur atau tidak teratur.

Bila denyut jantung terlalu cepat, jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. Selain itu, otot jantung juga akan bekerja lebih keras sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen. Oleh karena itu, sering timbul keluhan mengancam nyawa bila denyut jantung terlalu tinggi.

Takikardia terbagi menjadi dua jenis, yaitu takikardia sinus dan aritmia. Takikardia sinus dapat terjadi ketika seseorang sedang berolahraga. Kondisi ini juga bisa terjadi sebagai respons tubuh terhadap stres, trauma, atau penyakit.

Sedangkan aritmia terjadi akibat gangguan pada serambi atau bilik jantung sehingga detak jantung menjadi lebih cepat. Takikardia umumnya tidak menimbulkan gejala atau komplikasi. Namun, kondisi ini dapat mengganggu fungsi jantung jika dibiarkan tanpa penanganan. Akibatnya, penderita bisa mengalami gagal jantung, stroke, serangan jantung mendadak, bahkan kematian.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement