Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenkes Bakal Bangun Pabrik Telur Nyamuk Wolbachia, Produksi Hingga 40 Juta Telur Per Minggu

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Kamis, 18 Januari 2024 |13:09 WIB
Kemenkes Bakal Bangun Pabrik Telur Nyamuk Wolbachia, Produksi Hingga 40 Juta Telur Per Minggu
Nyamuk Wolbachia. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

KEMENTERIAN Kesehatan RI (Kemenkes) mengungkapkan bahwa kapasitas produksi telur ber-wolbachia di Indonesia saat ini masih cukup terbatas. Oleh sebab itu, Kemenkes mulai merencanakan pembangunan pabrik telur nyamuk ber-wolbachia.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu menyebut bahwa hal ini merupakan salah satu inovasi untuk memberantas demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.

Setidaknya, terdapat lima kota yang akan menjadi lokasi pilot project nyamuk ber-wolbachia, dimana ada total sekitar produksi 40 juta telur yang dibutuhkan per minggu.

"Jadi sekarang ini yang sudah punya kapasitas produksi untuk wolbachia itu ada di lab UGM, Yogyakarta sekitar mungkin 8 juta telur per minggu,” ujar Maxi, saat diwawancara di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Kemudian di labkesmas Salatiga Jawa Tengah juga sekitar juga 7-8 juta telur per minggu," katanya.

Kemenkes RI memastikan bahwa inovasi wolbachia untuk menekan angka kasus DBD ini sudah terbukti ampuh secara penelitian. Bahkan, tercatat dalam penelitian yang dilakukan di Yogyakarta, inovasi ini bisa menurunkan kapasitas perawatan inap hingga sekitar 60 persen.

Nyamuk Wolbachia

Seperti diketahui, lokasi pilot project untuk nyamuk ber-wolbachia di Indonesia saat ini dilakukan di Jakarta Barat, Bandung, Bontang Semarang, dan Kupang. Karena itu Maxi menegaskan bahwa untuk menjadikan inovasi nyamuk ber-wolbachia ini menjadi program secara nasional, diperlukan proses yang bertahap.

"Kalau misalnya kita punya kapasitas yang besar, kita bisa bertahap untuk memperluas cakupan kita untuk nyamuk ber-wolbachia. Jadi ini lagi proses untuk pembuatan pabrik untuk telur nyamuk," tutur Maxi.

"Sekarang itu di laboratorium UGM masih manual, bagaimana itu proses melakukan perkawinan sehingga telur-telur itu sudah ber-wolbachia," katanya.

Sebagai informasi, wolbachia adalah bakteri alami yang ada di dalam tubuh beberapa serangga seperti lalat buah, kupu-kupu, ngengat. Wolbachia tidak dapat bertahan hidup di luar sel serangga karena tidak memiliki mekanisme untuk mereplikasi dirinya sendiri tanpa bantuan serangga sebagai inangnya.

Selain tidak dapat bertahan hidup di lingkungan luar sel inang, wolbachia tidak dapat berpindah ke serangga lain atau manusia, dan wolbachia bukan merupakan rekayasa genetika oleh para ilmuwan. Bakteri wolbachia menghambat perkembangan virus dengue di tubuh nyamuk aedes aegypti.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement