KETUA Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mataram, dr Akhada Maulana, Sp.U belum lama ini membagikan cuitan kasus yang dialami oleh salah satu pasiennya. Seorang Ayah membawa anak laki-laki datang dengan keluhan kantung zakar sebelah kanan anaknya mengalami pembesaran.
Setelah diperiksa hal itu disebabkan adanya penumpukan cairan (hidrokel). Namun, itu bukan yang menjadi inti permasalahan. Dokter Akhada justru menemukan masalah lain yaitu pada buah zakar sebelah kiri anak pasien tidak terlihat turun, saat ditanyakan pada sang Ayah ternyata hal itu sudah terjadi sejak anak berusia satu tahun.
Mengetahui kondisi tersebut sontak saja membuat dr Akhada kaget, karena masalah itu sudah telat untuk ditangani dan berisiko membuat jaringan testis rusak serta mengganggu produksi sperma itu sendiri. Alhasil pada kondisi tersebut akan membuatnya semakin besar.
“Itulah sebabnya saat ini kalau bisa bila ada kasus testis tidak turun maka umur satu tahunan harus sudah dioperasi. Dan testis yang tidak turun akan meningkatkan resiko terjadinya kanker testis. Itulah sebabnya operasi penurunan testis pada kasus tersebut sangat penting dilakukan sesegera mungkin,” kata dr Akhada, dikutip dalam akun X miliknya @akhadam77, Senin (15/1/2024).
Menurutnya, mengapa pasien harus segera dilakukan tindakan minimal saat berusia satu tahun, karena masa menunggu testis yang tidak turun untuk dapat masuk ke dalam skrotum adalah setidaknya enam bulan. Maka dari itu, lewat dari enam bulan biasanya pasien akan mengeluhkan sulit turun pada bagian buah zakarnya.
Tujuan dilakukannya operasi yaitu dengan harapan masih adanya jaringan pada produksi hormon testosteron. Jika ditemukan adanya tanda gejala mengarah kepada kanker maka pasien akan lebih cepat tahu dengan meraba testisnya sendiri.
Oleh karena itu, dr Akhada menyarankan kepada tenaga kesehatan lainnya agar lebih teliti memeriksa skrotum, baik dalam proses persalinan maupun jika menemukan kasus seperti ini, agar tindakan lebih cepat ditangani dan risiko tidak semakin buruk.
“Pesan untuk teman-teman bidan bila membantu proses persalinan, usahakan periksa (bagian) skrotumnya. Sehingga bila ada kasus UDT (undenscensus testis) seperti di atas, maka cepat disarankan ke orang tua untuk konfirmasi ke dokter urologi,” ucapnya.
“Begitu pula teman-teman dokter, kalau nemu kasus di atas saat pasien masih bayi segera rujuk bila diatas umur enam bulan testis tidak turun,” katanya.
(Leonardus Selwyn)