RASA lapar merupakan salah satu kondisi yang kerap dialami semua orang. Kondisi ini merupakan sinyal dari tubuh, bahwa tubuh memerlukan asupan makanan.
Biasanya, 3-4 jam setelah mengkonsumsi makanan, tubuh kita pun kembali merasakan lapar, dan rasa lapar tersebut akan meningkat seiring bertambahnya waktu. Namun, ternyata ada beberapa orang yang tetap ingin makan meski sudah merasa kenyang.
Kondisi ingin makan secara terus-menerus adalah hal yang alami bagi tubuh. Hal tersebut dapat terjadi karena saat makan, otak manusia merasa nyaman. Namun, dalam beberapa kasus keinginan untuk makan yang begitu besar disebabkan karena adanya kelainan atau gangguan pada metabolisme tubuh seseorang.
Kondisi seperti ini dikenal dengan istilah medis polifagia. Lantas apa itu polifagia? Berikut ulasannya, dilansir dari berbagai sumber, Kamis (11/1/2023). Polifagia merupakan istilah medis untuk menggambarkan rasa lapar berlebihan atau peningkatan nafsu makan lebih dari biasanya.
Kondisi yang juga disebut hiperfagia ini jauh lebih ekstrem dari rasa lapar biasa. Polifagia dapat menyebabkan rasa lapar yang intens, tapi tidak dapat terpuaskan dengan mengonsumsi makanan.
Polifagia dapat menjadi salah satu dari tiga gejala diabetes mellitus atau kencing manis yang dikenal dengan 3P, yaitu: poliuria (produksi urin berlebihan), polidipsia (rasa haus terus menerus), dan polifagia.

Lantas, apa yang menjadi penyebab polifagia?
Selain diabetes, adapun beberapa hal lain yang menjadi penyebab polifagia antara lain:
1. Kurang tidur
2. Gangguan makan
3. Bulimia
4. Stres
5. Hipertiroidisme (peningkatan kadar hormon tiroid)
6. Hipoglikemia
7. Sindrom pramenstruasi
8. Penggunaan obat resep tertentu seperti kortikosteroid
9. Beberapa kondisi masalah kejiwaan
10. Kondisi medis yang langka seperti Kleine-Levin Syndrome and Prader-Willi Syndrome