KEPALA Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dr dr Hj Ati Pramudji Hastuti, MARS mengatakan bahwa pada 2030 penyakit kanker akan menjadi salah satu yang mendominasi di Indonesia. Hal itu lantaran Indonesia sendiri menempati urutan ke delapan se Asia Tenggara dan urutan ke 23 se Asia.
Oleh karena itu, peran pemerintah sangat diperlukan dalam menggandeng masyarakat melakukan pengendalian, sekaligus pencegahan kasus kanker tersebut.
“Berbagai upaya kita lakukan dengan meningkatkan akses yang kita lakukan mulai dari hulu sampai dengan hilir. Hulu yang kita lakukan dengan bagaimana kita berupaya edukasi kepada masyarakat secara terus menerus sampai di level bawah,” kata Kepala Dinkes Ati, dikutip dalam acara Peresmian Layanan Radiologi Teknologi Terkini, di RS Primaya Hospital Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/1/2024).

Lebih lanjut, cara yang dilakukan yaitu menyadarkan masyarakat untuk mengedukasi hal tersebut, dengan beberapa upaya gerakan masyarakat sehat seperti melakukan upaya ‘CERDIK’ (cek kesehatan secara rutin, entahkan asap rokok, rajin beraktivitas, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres) untuk mereka terbebas dari kanker.
Kemudian upaya preventif mulai dari preventif primer hingga preventif sekunder. Di sisi lain, Preventif primer yang dimaksudkan yaitu menggenjot pemberian antigen baru terhadap pencegahan vaksinasi, terutama pada kanker serviks yang dilakukan pada anak kelas 5 dan 6 SD, lalu pemberian vaksinasi HPV secara gratis.
Sedangkan untuk preventif sekunder berupa kegiatan skrining, deteksi dini dan melakukan pemeriksaan IVA test.