Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Saraf Kejepit, Penyakit Akibat Banyaknya Tekanan pada Jaringan Tubuh

Wulan Savitri , Jurnalis-Selasa, 02 Januari 2024 |18:19 WIB
Mengenal Saraf Kejepit, Penyakit Akibat Banyaknya Tekanan pada Jaringan Tubuh
Saraf kejepit. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

MENGENAL saraf kejepit, penyakit yang terjadi akibat banyaknya tekanan yang diberikan pada jaringan, seperti tulang, tulang rawan, otot, atau tendon. Hal ini memicu rasa sakit, mati rasa, kesemutan, dan kelemahan pada otot.

Melansir dari Mayo Clinic, Selasa (2/1/2024), penyakit ini sering terjadi di beberapa area tubuh. Misalnya nyeri pada tulang belakang dan pergelangan tangan. Penderita saraf kejepit hanya memerlukan istirahat dan perawatan untuk sembuh dalam beberapa minggu.

Gejala Saraf Kejepit

Gejala penyakit ini dapat kian memburuk saat Anda tidur. Oleh karena itu, berikut gejala saraf kejepit:

1. Otot melemah

2. Mati rasa pada area saraf

3. Kesemutan

4. Kaki atau tangan tidak bisa digerakkan

5. Rasa sakit, nyeri, serta sensasi terbakar menjalar ke arah luar

Penyebab Saraf Kejepit

Kompresi saraf menekan jaringan saraf di sekitarnya, seperti otot, ligamen, atau tulang rawan. Hal ini memicu saraf terjepit dan mengakibatkan sindrom lorong kapal atau biasa dikenal dengan kesemutan.

Saraf Kejepit

Sejumlah kondisi ini dapat berakibat pembengkakan, pembesaran tulang, ligamen yang menebal, atau degenerasi. Maka dari itu, berikut penyebab yang memicu saraf kejepit:

1. Stres pekerjaan berulang

2. peradangan pergelangan tangan (artritis reumatoid)

3. Kegemukan

4. Cedera

Faktor Risiko Saraf Kejepit

Beberapa penyakit menjadi salah satu faktor berisiko mengalami saraf kejepit. Selain itu, adapun aktivitas atau kebiasaan lainnya yang mampu meningkatkan risiko, meliputi:

1. Memiliki berat badan berlebih (obesitas)

2. Berbaring di tempat tidur yang lama

3. Wanita lebih berisiko terkena sindrom lorong karpal

4. Pergerakan pada tangan dan bahu secara berulang

5. Kehamilan, menekan saraf karena penambahan air dan berat badan

6. Penyakit Osteofit, penebalan tulang yang mempersempit saraf

7. Artritis reumatoid, peradangan yang menekan persendian

8. Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami kompresi saraf

9. Penyakit tiroid, berisiko mengalami gangguan saraf yang ditandai dengan gejala mati rasa atau kesemutan (sindrom lorong kapal)

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement