Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Resmi Terima Sertifikat Warisan Dunia dari UNESCO, Sumbu Filosofi Memperkokoh Keistimewaan Yogyakarta

Erfan Erlin , Jurnalis-Kamis, 28 Desember 2023 |18:18 WIB
Resmi Terima Sertifikat Warisan Dunia dari UNESCO, Sumbu Filosofi Memperkokoh Keistimewaan Yogyakarta
Penyerahan sertifikat Sumbu Filosofi sebagai warisan dunia UNESCO oleh Menlu Retno Marsudi ke Gubernur DIY Sri Sultan Hameng Kubuwono X. (Foto: MPI/Erfan)
A
A
A

Usai kegiatan penyerahan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi memaknai sertifikat warisan dunia UNESCO Sumbu Filosofi ini sebagai pengingat akan janji kepada dunia internasional terkait upaya pengelolaannya.

“Pengingat untuk kita semua bahwa kerjanya, perjuangannya sebenarnya dimulai dari sekarang ini. Argonya mulai berjalan terkait dengan apa yang harus kita kelola. Dan ini nanti akan menjadi bagian dari monitoring, evaluasi dari UNESCO secara rutin, sudah ada operasional guidelinenya,” papar Dian.

Dikatakan Dian, yang terpenting, berbagai upaya yang dilakukan terhadap pengelolaan Sumbu Filosofi, pertama harus mampu menguatkan nilai-nilai Outstanding Universal Value-nya.

“Yang kedua ini yang paling penting, harus mampu mensejahterakan. Menerjemahkan mampu mensejahterakan itu kan ini yang sedang kita siapkan dengan teman-teman. Bukan kemudian dapat sertifikat, kita langsung bergerak untuk tahapan. Tapi kita sebenarnya sudah melakukannya jauh lama. Jadi apa yang sebenarnya masyarakat saksikan di dalam proses-proses pengelolaan kawasan Sumbu Filosofi sebenarnya itu adalah bagian dari sekarang dan ke depan. Cuma butuh proses,” urai Dian.

Turut hadir dalam agenda penyerahan sertifikat tersebut Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, perwakilan dari Kraton Yogyakarta, Sekda DIY Beny Suharsono, dan Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo. Hadir pula jajaran kepala OPD di lingkungan Pemda DIY.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement