Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siti Atikoh Ganjar: Orangtua Kerjakan PR Anak Itu Contoh Budaya Korupsi

Devi Ari Rahmadhani , Jurnalis-Sabtu, 09 Desember 2023 |21:30 WIB
Siti Atikoh Ganjar: Orangtua Kerjakan PR Anak Itu Contoh Budaya Korupsi
Siti Atikoh Pranowo, (Foto: Dok Tim Siti Atikoh)
A
A
A

SITI Atikoh Ganjar menyebutkan orangtua yang mengerjakan PR anak-anak, mereka sama saja melakukan dan mengajatkan tindakan korupsi.

Secara bersamaan, perilaku ini menandakan orangtua mencontohkan tindak korupsi pada anak. Sebab, orangtua menyalahgunakan kekuasaan, seharusnya PR dikerjakan oleh anak-anak malah dikerjakan orangtua.

"Secara tidak sadar itu sedang memapar mengkontaminasikan anak budaya koruptif. Kalau itu tugas anak, ya anak yang mengerjakan, bukan kita (orangtua)," kata Siti Atikoh dalam acara Sarasehan Ibu Bersama Rakyat: Memperingati Hari Antikorupsi, di Pullman Hotel, Jakarta, Sabtu (9/12/2023).

 BACA JUGA:

"Kalau mereka tidak mengerjakan, mereka mendapat hukuman dari sekolah. Ya enggak apa-apa karena mereka bersalah. Jadi anak tahu kalau saya tidak disiplin, tidak bertanggung jawab, ada feedback ke saya," lanjutnya.

Tentu saja hal-hal kecil seperti ini tidak boleh disepelekan. Sebab, bisa menjadi pemicu korupsi yang lebih besar di masa yang akan datang. Untuk itu, orangtua harus mulai mempertegas dalam mengajarkan hak dan kewajiban pada anak. Hal ini boleh diajarkan pada anak sejak usia 4 tahun.

 BACA JUGA:

"Yang paling efektif untuk ditanamkan umur 4 sampai 9 tahun, anak itu mulai dikenalkan hak dan kewajibannya. Kemudian apa yang menjadi konsekuensi dari setiap perbuatannya," tutur Situ Atikoh lagi.

Tentu tidak mudah mengajarkan hal tersebut. Untuk itu, dalam acara ini, Siti Atikoh menguatkan para perempuan. Dirinya menyampaikan jika seorang perempuan sebagai seorang ibu memiliki peran besar dalam mendidik anak-anaknya, termasuk tentang budaya anti korupsi ini.

"Perempuan itu adalah menjadi tulang punggung, menjadi garda terdepan terkait perjuangan anti korupsi karena perempuan itu kan tiang negara. Kalau mau negaranya baik, perempuannya harus baik. Kalau mau negara itu kuat kita perempuan juga harus kuat," jelasnya.

Ibunda Alam Ganjar ini pun mengaku jika tidak mudah mengajarkan budaya anti korupsi pada anak. Namun, sebagaimana yang kita ketahui, anak selalu mencontoh apa yang dilakukan oleh orangtua mereka. Jadi, dalam hal ini, Siti Atikoh mengingatkan para perempuan untuk memberikan contoh, bukan hanya teori.

"Dengan diri kita memberi contoh pada anak, perlahan memberikan edukasi pada anak," pungkas Atikoh.

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement