KABAR duka datang dari aktor senior Yayu Unru. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Jumat (8/12/2023) pagi.
Sebelum Yayu meninggal dunia, ia sempat mengalami serangan jantung dua kali, hingga harus menjalani perawatan intensif di ICU.
Tak hanya dirawat di ICU, dalam kondisi tak sadar usai mengalami serangan jantung kedua, Yayu Unru juga menjalani operasi pemasangan ring pada jantungnya. Bahkan operasi tersebut baru saja dilakukan pada Rabu, 6 Desember 2023.

Usai menjalani pemasangan ring, anak dari Yayu, Naza Unru masih meminta doa agar sang ayah bisa segera dipindahkan ke ruang rawat inap, lantaran kondisinya semakin membaik.
BACA JUGA:
"Sekarang masih di ICU tapi sudah lepas ventilator alhamdulillah," ujar Naza Unru saat dihubungi awak media, Kamis, 7 Desember 2023.
"Mohon doanya aja, semoga bisa cepat pulih dan bisa pindah ke kamar," sambungnya.
Namun ternyata kondisi Yayu mendadak berubah. Pada pagi ini, Jumat (8/12/2023) ia diketahui meninggal dunia di usia 61 tahun.
Lalu apa saja cara mencegah penyakit jantung?
Dikutip dari laman RS Mitra Keluarga berikut ini, 10 cara mencegah terkena penyakit jantung,
1. Berhenti merokok
Hobi merokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.
Nikotin yang dihasilkan rokok dapat merusak dinding pembuluh darah. Bila dinding itu rusak, lagi-lagi kolesterol mudah menempel sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung yang berdampak pada kesehatan organ paru-paru.
2. Jalani pola makan sehat
Penyempitan pembuluh darah bisa membuat suplai darah untuk jantung menjadi terhambat. Padahal fungsi jantung itu sendiri memompa darah untuk semua organ seluruh tubuh. Penyumbatan di dinding nadi koroner ini terjadi akibat adanya endapan lemak dan kolesterol.
Oleh karena itu, hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Pola makan yang sehat dapat membantu melindungi jantung. Kurangi konsumsi makanan yang banyak garam, gula, karbohidrat olahan, alkohol, lemak jenuh (ditemukan dalam daging merah dan produk susu penuh lemak) dan lemak trans (ditemukan dalam makanan cepat saji yang digoreng, keripik, makanan yang dipanggang).
Kurangi konsumsi seafood karena memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung.
3. Hindari stres
Memang menghindari tekanan dan stres itu sulit, apalagi di dalam pekerjaan. Namun meskipun sulit, sebaiknya menghindari dan mengatasi stres perlu dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon kortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku.
Cara cara mengelola stres seperti aktivitas fisik, latihan relaksasi, atau meditasi, dan berlibur untuk menjaga jantung tetap sehat.
4. Tidur yang cukup dan berkualitas
Kurang tidur ternyata dapat meningkatkan risiko lebih tinggi mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes, dan depresi. Orang dewasa setidaknya membutuhkan 7 jam tidur setiap malam.
5. Kontrol Tekanan Darah
Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Kontrol tekanan darah untuk membuat jantung tetap dalam kondisi yang sehat.
Beberapa cara untuk mengontrol tekanan darah adalah olahraga teratur. Menghindari makanan yang asin dan berlemak dapat menurunkan tekanan darah sekitar 7%. Apabila tekanan darah masih tinggi, kunjungi dokter untuk mendapatkan obat-obatan penurun darah sesuai resep.
6. Menjaga berat badan
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes tipe 2. Oleh karena itu jagalah berat badan ideal.
7. Olahraga secara teratur
Berolahraga memiliki manfaat yang baik tubuh dan mencegah berbagai jenis penyakit. Selain lebih sehat dan bugar, olahraga juga dapat menjaga berat badan tetap ideal karena dapat membakar lemak dalam tubuh. Bisa melakukan olahraga seperti jogging, sepeda, dan berenang.
8. Kenali gejala penyakit jantung koroner
Penyakit jantung koroner biasanya diawali dengan gejala yang khas. Terdapat rasa nyeri dan berat di daerah dada yang timbul saat beraktifitas. Gejala ini berkurang atau hilang setelah penderita beristirahat tetapi rasa nyeri ini dapat terasa lebih hebat hingga timbul keringat dingin.
Kadang-kadang keluhan juga dapat berupa rasa seperti tercekik. Maka segera pergi ke dokter jantung.
9. Rutin medical check up
Pemeriksaan dini disarankan bagi orang yang punya anggota keluarga dengan kondisi penyakit jantung koroner di usia muda. Pendeteksian dini penyakit jantung koroner dapat dilakukan dengan medical check up secara rutin yang mencakup pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium darah, rekam jantung (EKG), rontgen dada, uji latih jantung dengan beban (Treadmill), hingga atau angiografi koroner sesuai kondisi.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.