Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Hotel Klasik Indonesia Sarat Nilai Sejarah, Nomor 3 Bekas Rumah Gubernur Jenderal VOC

Yesica Kirana , Jurnalis-Jum'at, 08 Desember 2023 |07:03 WIB
5 Hotel Klasik Indonesia Sarat Nilai Sejarah, Nomor 3 Bekas Rumah Gubernur Jenderal VOC
The Hermitage Indonesia, salah satu hotel bersejarah di Jakarta (Foto: Instagram/@
A
A
A

INDONESIA melalui sejarah cukup panjang untuk meraih kemerdekaannya. Sebelumnya, begitu banyak bangsa penjajah yang bercokol di negeri ini untuk menindas rakyat demi meraup sumber daya alam melimpah dari negeri berjuluk zamrud khatulistiwa.

Salah satu yang menjadi saksi bisu jejak penjajah yakni sejumlah bangunan tua yang pernah dijadikan sebagai markas maupun pusat pemerintahan mereka selama menjajah bumi pertiwi.

Terdapat lima hotel klasik peninggalan bangsa penjajah dengan beragam kisah di baliknya. Memiliki konsep dan interior khas zaman dulu, membuat hotel-hotel ini sangat unik dan bernilai sejarah. Berikut ulasannya sebagaimana Okezone rangkum dari laman Pegipegi;

1. The Hermitage Jakarta

Pada tahun 1920, hotel ini awalnya adalah bangunan pusat telekomunikasi milik pemerintah Hindia Belanda yang diberi nama Telefoongebouw, dan pernah digunakan juga sebagai kantor pemerintahan.

Selain itu, bangunan ini sempat menjadi gedung perguruan tinggi Universitas Bung Karno pada tahun 1999.

The Hermitage Jakarta

(Foto: dok. Roqim 95)

Hingga saat ini, bangunan tersebut telah dirombak menjadi hotel dengan 90 kamar dan suite yang terbagi menjadi 8 jenis, dengan luas sekitar 40 meter persegi.

Hotel ini juga menyajikan restoran dengan menu masakan nusantara. Berdiri sejak tahun 2008, hotel ini berlokasi di Jalan Cilacap No.1, Menteng, Jakarta Pusat, dan kisaran harga menginap di sini sekitar Rp3 jutaan per malam.

2. Sriwijaya Hotel Jakarta

Terletak di Jalan Veteran No.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada tahun 1863 bangunan ini adalah toko roti milik warga asing bernama Conrad Alexander Willem Cavadino, yang menjual beragam makanan manis, seperti cokelat, permen, dan sebagainya.

Selain itu, karena semakin berkembangnya toko roti itu, tepatnya pada tahun 1899 bangunan tersebut menjadi sebuah Hotel du Lion d'Or, yang hingga saat ini dikenal menjadi Hotel Sriwijaya, dengan nuansa kolonial Belanda. Harga untuk menginap di sini dibanderol sekitar Rp200 ribuan per malamnya.

Sriwijaya Hotel Jakarta

(Foto: Sriwijaya Hotel)

3. Hotel Salak The Heritage

Faktanya sebelum menjadi hotel, bangunan ini sempat dijadikan sebagai rumah Gubernur Jenderal Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), yakni perusahaan dagang yang didirikan Belanda pada 1602 untuk memonopoli aktivitas perdagangan di jalur lintas Asia.

Namun pada tahun 1948, bangunan ini telah berganti kepemilikan, di mana pada tahun 1948 dialihfungsikan menjadi markas militer Jepang.

Hotel Salak The Heitage

(Foto: Hotel Salak The Heritage)

Kemudian, Indonesia yang mengambil alih bangunan ini dan dijadikan sebagai lokasi kebutuhan pemerintah. Hingga pada tahun 1998 resmi menjadi hotel, yang memiliki 120 kamar berkonsep Eropa, yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap berupa WiFi, kulkas, dan sebagainya.

Lokasi hotel ini terletak di Jalan Ir. H Juanda No. 8, Kecamatan Bogor Tengah, Jawa Barat, dan harga menginap di sini mulai dari Rp500 ribuan untuk per malam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement