Peneliti menemukan tikus berbulu emas ini menggunakan eDNA. Mereka mengumpulkan sampel pasir di sepanjang pantai dan bukit pasir di pantai barat laut Afrika Selatan. Kemudian, sampel tersebut disaring di laboratorium untuk mengosilasi eDNA.
Untuk membedakan tikus tanah berbulu emas dengan tikus tanah lainnya, tim menggunakan sampel yang telah disimpan oleh museum Afrika Selatan selama beberapa dekade.
Setelah peneliti membandingkan urutan eDNA mereka dengan sampel, hasilnya ternyata cocok dengan tikus berbulu emas De Winton.
“Menurut saya, ini adalah sesuatu yang bisa mengubah permainan. Jika teknik ini dapat menemukan tikus tanah berbulu emas De Winton, kita dapat menggunakannya untuk tikus tanah manapun,” kata Theron.
BACA JUGA:
Melansir New York Post, Mamalia Afrika Selatan ini merupakan spesies hilang kesebelas yang paling dicari di dunia dan ditemukan kembali sejak Search for Lost Species Re:wild diluncurkan pada tahun 2017.