BELANDA salah satu negara Eropa yang paling banyak dikunjungi masyarakat Indonesia. Mereka berkunjung ke Belanda untuk kepentingan wisata, pendidikan, penelitian, bisnis, hingga mengunjungi kerabatnya yang menetap di sana.
Belanda memang pernah lama menduduki Indonesia. Dari itu ada sejumlah orang-orang dari Nusantara yang kemudian pindah ke Belanda.
Namun jika Anda berkesempatan datang ke Belanda, ada satu tempat yang tidak boleh dilewatkan. Nama tempatnya adalah Nationaal Militair Museum atau Museum Militer Nasional di Soest.
Soest dikenal sebagai wilayah dimana markas Angkata Udara Belanda berada. Jadi tidak heran kota yang jaraknya 296 kilometer dari Bandara Schiphol, Amsterdam itu memiliki sebuah museum yang kuat dengan nuansa militer khususnya angkatan udara Belanda yakni Nationaal Militair Museum.
BACA JUGA:
Menariknya museum tersebut justru memiliki beberapa koleksi yang sangat erat dengan Indonesia. Hal itu terungkap dari unggahan pemilik akun X @odydc. Pemilik akun X yang bernama Ody Dwicahyo itu dikutip MNC Portal Indonesia, menunjukkan beberapa koleksi museum erutama yang berkaitan dengan Indonesia.
Nah apa saja koleksinya cermati di bawah ini:
1. Pesawat Tak Berawak "Anjing NICA"
Salah satu koleksi Nationaal Militair Museum yang jadi sorotan menurut Ody Dwicahyo adalah pesawat tak berawak yang diberi nama Anjing NICA. Pesawat tak berawak itu sejatinya adalah SAGEM Sperwer buatan Prancis. Hanya saja Prancis menjualnya ke Belanda dengan nama Sparrowhawk.
Situs resmi Nationaal Militair Museum menyebutkan Sparrowhawk dibeli pada 1990 sebanyak 34 unit. Pesawat tak berawak itu diberi nama Anjing NICA karena kebetulan tiga orang tentara yang bertugas mengendalikannya memiliki latar belakang Belanda-Indonesia.
Kebetulan paman dari ketiga orang tentara itu pernah jadi tentara KNIL di divisi Batalyon Infanteri V yan beroperasi di Jawa, Indonesia. Mereka juga dikenal sebagai divisi Anjing NICA.
Batalyon ini terdiri dari bekas tawanan perang dan interniran orang Belanda dan Indo, serta orang pribumi yang mendaftar, terutama Ambon, Manado, Timor, Jawa, dan Sunda. Nah dari situlah nama drone tersebut dinamakan Anjing NICA.
2. Lencana dan Seragam Tentara di Papua Barat
Museum ini juga memamerkan beberapa pacth peninggalan pasukan Raider Kodam Diponegoro dan pasukan Linud Siliwangi. Selain pacth ada juga lencana penerjun payung.
Beberapa seragam tentara juga dipasang di museum ini seperti seragam tentara baret merah RPKAD dan Komandp Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).
BACA JUGA:
3. Batik Agresi Militer Kedua di Indonesia
Museum ini juga memamerkan batik yang menampilan peta agresi militer kedua Belanda di Indonesia. Di batik tersebut diperlihatkan pasukan penerjun payung Belanda yang menyerang Pulau Jawa.
Nah, jika memang punya kesempatan datang ke Belanda, sebaiknya museum ini memang tidak boleh terlewat karena menunjukkan adanya momen-momen bersejarah antara Indonesia dan Belanda.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.