DOKTER Spesialis Gigi, Drg Maesa Uswa Eastyqoma menjelaskan permasalahan gigi yang paling banyak terjadi adalah gigi ompong. Hal itu biasanya muncul pada rentang usia 20-50 tahun.
Meski demikian, seiring dengan berjalannya waktu, permasalahan gigi ompong juga sudah bisa ditemukan pada anak-anak usia 15 tahun. Bermula dari gigi yang berlubang, lalu tidak mendapat edukasi dengan baik, maka biasanya pasien akan memilih untuk langsung mencabut giginya, karena merasa cara itu adalah yang terbaik untuk dilakukan.
Namun, hal itu tidak dibenarkan oleh drg Maesa, karena menurutnya pencabutan gigi adalah cara terakhir yang dilakukan apabila sudah tidak ada cara lagi untuk mengatasi masalah tersebut.

“Padahal itu gigi untuk seumur hidup kan, gigi seumur hidup masa sih anak usia 15 tahun udah gak punya gigi geraham? Padahal di usia nanti 20 tahun, dia sangat membutuhkan makanan sehat, dia sangat membutuhkan pengunyahan yang benar dan sekarang dia sudah tidak bisa melakukan itu, dan akhirnya menggunakan gigi palsu,” kata drg Maesa, dikutip dalam acara Grand Launching Maesa Dental Clinic Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (26/11/2023).
Menurutnya, di usia tersebut sangat penting untuk perkembangan tubuh dirinya. Di sisi lain, hal itu juga akan berpengaruh kepada aktifitas atau kegiatannya sehari-hari. Maka dari itu drg Maesa sangat menyarankan melakukan perawatan dan proteksi gigi sejak dini, untuk meminimalisir terjadinya masalah gigi ke depannya.