ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan kesepian sebagai masalah kesehatan masyarakat global. Masalah kesehatan ini pun cukup mengkhawatirkan bahkan parahnya bisa sama dengan merokok 15 batang sehari.
Meski terdengar sepele, kesepian sendiri tak boleh dianggap remeh karena bisa berpotensi menyebabkan stres hingga gangguan kejiwaan lainnya. Untuk itu, perlu Anda pahami faktor risiko hingga cara penanganannya.
Salah satu cara mudah ialah dengan mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan mood agar kamu tidak merasa kesepian hingga stres berlebih.
Dilansir Cosmopolitan, Rabu (22/11/2023), para peneliti di Universitas Buffalo baru-baru ini menemukan bahwa mengonsumsi makanan yang menenangkan atau comfort food dapat meningkatkan suasana hati seseorang.
Secara khusus, comfort food dapat melawan kesepian dan membuat pemakannya merasa lebih terhubung dengan orang lain.
1. Ubi Jalar
Pertama ada ubi jalar. Tak cuma rasanya yang manis dan mengenyangkan, ubi juga termasuk makanan yang bisa menurunkan kadar stres. Dilansir Healthline, mengonsumsi sumber karbohidrat utuh yang kaya nutrisi seperti ubi jalar dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol.

Selain itu, ubi jalar juga kaya akan nutrisi yang penting untuk respons stres, seperti vitamin C dan potasium.
2. Telur
Kemudian ada telur. Telur sering disebut sebagai multivitamin alami karena profil nutrisinya yang mengesankan. Telur utuh kaya akan vitamin, mineral, asam amino, dan antioksidan yang dibutuhkan untuk respons stres yang sehat.
Telur utuh juga kaya akan kolin, nutrisi yang ditemukan dalam jumlah besar hanya pada beberapa makanan. Kolin telah terbukti penting dalam kesehatan otak dan dapat melindungi dari stres.
3. Brokoli
Salah satu sayuran yang dapat menurunkan kadar stres ialah brokoli. Brokoli kaya akan sulforaphane, senyawa sulfur yang memiliki sifat pelindung saraf dan mungkin menawarkan efek menenangkan dan antidepresan.
Selain itu, satu cangkir (184 gram) brokoli yang dimasak mengandung lebih dari 20% DV vitamin B6, asupan yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kecemasan dan depresi yang lebih rendah pada wanita.