MANTAN Menteri Kesehatan Siti Fadilah punya pandangan berbeda soal nyamuk Wolbachia yang saat ini sedang jadi sorotan. Menurutnya, nyamuk tersebut belum dibutuhkan Indonesia untuk tekan kasus demam berdarah.
Malah, program konvensional Kementerian Kesehatan dinilai jauh lebih efektif dalam menekan angka kasus demam berdarah. Program yang dimaksud adalah pembersihan jentik nyamuk dan 3M (menguras, menutup, mengubur).

"Saya acungi jempol pada program Kemenkes, karena bisa mengendalikan demam berdarah dan itu tanpa nyamuk (Wolbachia)," katanya dalam tayangan Youtube Siti Fadilah Supari Channel, dikutip MNC Portal.
"Jadi, kenapa kita harus memanggil nyamuk-nyamuk itu untuk mengendalikan demam berdarah? Terlebih, kasus demam berdarah di Indonesia sudah cukup terkendali dengan program Kemenkes itu," tambahnya.
BACA JUGA:
Lantas, kapan nyamuk ini dibutuhkan? Siti Fadilah punya jawabannya. "Kapan kita butuh nyamuk (Wolbachia) ini untuk mengendalikan demam berdarah? Mungkin bukan sekarang atau belum sekarang," kata dia.
#Potensi efek buruk keberadaan nyamuk Wolbachia menurut Siti Fadilah
Siti Fadilah menilai, keberadaan nyamuk Wolbachia berpotensi memicu risiko kerusakan lingkungan. Bukan hanya membuat masyarakat di wilayah yang disebar nyamuk jadi tidak nyaman, tapi dapat memicu evolusi atau revolusi dari nyamuk itu sendiri.
"Seperti kasus di Sri Lanka. Setelah 3 tahun menyebar nyamuk Wolbachia, muncul nyamuk yang lebih ganas," tegas Siti Fadilah.
"Singapura juga begitu. Mereka tadinya mengikuti proyek ini, tapi ternyata justru terjadi kenaikan 2 kali lipat (kasus demam berdarah). Maka Pemerintah Singapura mengundurkan diri dari proyek ini," lanjutnya.
BACA JUGA:
Program konvensional Kemenkes efektif cegah demam berdarah
Di video itu, Siti Fadilah menjelaskan perihal mengapa cara konvensional Kemenkes mencegah demam berdarah lebih efektif.
Jadi, dengan mengajak masyarakat melakukan 3M dan pembersihan jentik nyamuk di rumah maupun lingkungan rumah, itu bukan hanya mencegah demam berdarah, tapi juga meng-improve masyarakat itu sendiri.
"Masyarakat jadi tahu bagaimana cara hidup bersih dan sehat. Masyarakat juga secara mandiri dapat melakukan pembersihan jentik nyamuk. Ini bikin masyarakat ikut improve," ujarnya.
Di sisi lain, Siti Fadilah menyentil pihak-pihak yang bilang tidak masalah dengan hadirnya nyamuk Wolbachia ini. "Bagaimana bisa baik-baik saja kalau ditebar nyamuk begitu banyak ke wilayah tempat tinggal Anda?" katanya.
"Walau menurut hasil penelitian, baik-baik saja, coba sekarang yang bilang baik-baik saja, berani gak dipasangi sejuta nyamuk di kamarnya," tambah Siti Fadilah.
Karena itu, Siti Fadilah meminta kepada penentu kebijakan untuk menomorsatukan keselamatan rakyat. Jangan sampai apa yang sudah diputuskan malah menyengsarakan rakyat.
"Untuk para pemegang kebijakan, dengan hormat, Anda mempunyai kewenangan yang penuh untuk memilihkan kebijakan bagi rakyat. Jadi, tolong saat mengimplementasikan kebijakan, pikirkan untung dan rugi," terang eks Menkes itu.
Siti Fadilah menegaskan, kalau panggil nyamuk yang kita saja gak tahu efek jangka panjangnya, untuk apa program dijalankan saat ini.
"Ini kepentingan WMP (World Mosquito Program), bukan kepentingan kita. Indonesia sudah punya cara Kemenkes yang bagus," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)