DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus belum lama ini menjelaskan kalau kondisi di Gaza semakin mengerikan dan berbahaya. Kabarnya sudah tiga hari warga di Gaza hidup tanpa listrik, tanpa air dan juga internet yang membuat keadaannya semakin buruk sehingga mempengaruhi kemampuan WHO untuk memberikan layanan penting.
Tembakan dan pemboman yang terus-menerus di wilayah tersebut, bahkan telah memperburuk keadaan yang saat ini sudah kritis. Bahkan tragisnya, jumlah kematian pasien semakin mengalami peningkatan yang signifikan.

“Sayangnya, rumah sakit tersebut (Al Shifa) sudah tidak berfungsi sebagai rumah sakit lagi,” kata Tedros Adhanom, dikutip dalam akun X miliknya @DrTedros.
BACA JUGA:
Menurutnya dunia sudah tidak bisa tinggal diam, ketika rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman, kini sudah berubah menjadi tempat kematian, kehancuran, dan keputus asaan.
Direktur Rumah Sakit Al Shifa Muhammad Abu Salmiya, mengatakan untuk di ruangan ICU atau unit perawatan intensif, terdapat dua pasien yang telah meninggal karena kekurangan listrik dan oksigen. Bahkan tidak menutup kemungkinan kalau korban akan meengalami penambahan akibat kurangnya bahan bakar di rumah sakit.
“Jika situasi bencana ini berlanjut, semua pasien ICU akan mati," katanya kepada saluran berita Arab.
BACA JUGA:
Tidak hanya itu, rumah sakit juga telah berulang kali mendapat kecaman ketika pasukan Israel mendekati fasilitas tersebut, yang dituduhkan oleh para pejuang Hamas sebagai perlindungan untuk pusat komando.
Sementara akibat listrik yang padam menyebabkan inkubator di unit neonatal yang menampung sekitar 40 bayi dan ventilator untuk orang lain yang menerima perawatan mendesak mengalami pemadaman, yang mana jika ini terus terjadi akan menjadi bahaya untuk para korban.
“Rumah Sakit Al-Shifa sekarang tidak berfungsi, tidak ada yang diizinkan masuk, tidak ada yang diizinkan keluar, dan jika Anda terluka atau terluka di sekitar area Gaza, Anda tidak dapat dievakuasi dengan ambulans kami ke Rumah Sakit al-Shifa, jadi Rumah Sakit al-Shifa sekarang tidak berfungsi,” ucap Mohammed Obeid selaku Ahli bedah Doctors.
Untuk itu, Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta agar segera melakukan gencatan senjata, sebagai bentuk perlindungan melindungi warga sipil dan fasilitas sipil, terutama rumah sakit, yang seharusnya menjadi tempat yang aman bahkan ketika terjadi perang.
“Gencatan senjata. SEKARANG,” ucap Tedros Adhanom
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.