Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Prambanan hingga Ratu Boko, Ini Alasan Mengapa di Jogja Banyak Candi

Rahel Pebrini Panjaitan , Jurnalis-Sabtu, 11 November 2023 |11:03 WIB
Ada Prambanan hingga Ratu Boko, Ini Alasan Mengapa di Jogja Banyak Candi
Candi Prambanan, salah satu situs warisan dunia UNESCO (Foto: IG/@dickyrdy)
A
A
A

YOGYAKARTA tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memiliki banyak candi yang tersebar di beberapa tempat. Ada 27 candi di Yogyakarta, misalnya Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Candi Banyunibo, Candi Kalasan, Candi Goa Sentono, dan masih banyak lagi.

Melansir laman digilib.isi.ac.id, candi sendiri merupakan representasi dari tempat tinggal para dewa, yaitu Gunung Mahameru.

Istilah candi berasal dari candika, yaitu salah satu perwujudan dewi durga (dewi kematian). Oleh karena itu, candi selalu dianggap sebagai tempat pemujaan raja-raja yang sudah meninggal (anumerta).

Candi Kalasan

Candi Kalasan (Foto: IG/@pittsartoni)

Candi adalah bangunan yang berfungsi untuk memuliakan dewata. Oleh karena itu, untuk membangun sebuah candi tidak bisa sembarangan.

Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, pembuatan candi harus mengikuti kitab India kuno Manasara Silpasastra. Kitab ini berisi tentang cara membangun candi mulai dari awal hingga akhir.

Berdasarkan Kitab Manasara Silpasastra, candi dibangun dengan sejumlah tahapan. Tahap pembangunan dimulai dengan perencanaan bentuk, pencarian lokasi, pengujian tanah, penyiapan tanah, pembuatan vastupurusamandala (denah suci), dan pengerjaan fisik.

Lokasi pembangunan candi harus suci, keramat, tenang, dan jauh dari keramaian. Lokasi yang dijadikan tempat pembangunan candi diantaranya hutan yang lebat, lereng gunung, pegunungan, persawahan yang subur, kolam, sungai, dan danau.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa lokasi sebuah candi memiliki kaitan yang sangat erat dengan lingkungan sekitarnya.

Dalam disertasi yang berjudul 'Pertimbangan Ekologi dalam Penempatan Masa Hindu Budha di Daerah Yogyakarta: Kajian Arkeologi Skala Makro' oleh Mundardjito, menghasilkan kesimpulan bahwa situs-situs candi di daerah Yogyakarta sudah sesuai dengan prinsip Kitab India kuno Manasara Silpasastra.

Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko (Foto: IG/@syahdieaphotography)

Jadi, Yogyakarta memiliki banyak candi karena memiliki sumber daya alam yang potensial sekaligus sesuai dengan prinsip Kitab Manasara Silpasastra.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement