Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Sejarah dan Asal-usul Kenapa Kudus Disebut Kota Rokok

Rahel Pebrini Panjaitan , Jurnalis-Rabu, 08 November 2023 |15:03 WIB
Begini Sejarah dan Asal-usul Kenapa Kudus Disebut Kota Rokok
Ilustrasi (Foto: Pexels/Ahsanjaya)
A
A
A

KUDUS memiliki beragam julukan populer. Selain Kota Santri dan Kota Jenang, Kudus juga disebut Kota Rokok atau Kretek. Mengapa disebut demikian?

Kudus dikenal sebagai Kota Rokok, bukan tanpa alasan, sebab Kudus merupakan penghasil rokok kretek terbesar di Jawa Tengah.

Di kota ini ada banyak perusahaan industri hasil tembakau (IHT) atau industri rokok kretek khas Nusantara yang terkenal seperti PT Djarum, PT Nojorono Tobacco International, dan PR Sukun.

Mengutip laman komunitaskretek.or.id, rokok kretek ditemukan oleh Haji Djamhari. Saat itu, Haji Djamhari menderita sesak napas.

Awalnya, ia mengambil minyak cengkeh dan mengoleskannya di dada dan tubuhnya. Setelah dioleskan hasilnya sangat di luar dugaan yakni sesak nafasnya reda.

Infografis Kota Paling Ramah Sedunia

Dari sinilah ia kemudian bereksperimen dengan menghaluskan cengkeh dan dicampur dengan tembakau, lalu dilinting menggunakan klobot atau kulit jagung kering. Setelah itu diikat dengan benang, dibakar, dan dihisap.

Pada tahun 1906, Nitisemito memproduksi rokok kretek dengan nama Kodok Nguntal Ulo. Sayangnya, nama rokok tersebut tidak membawa hoki. Pada tahun 1908, Nitisemito mengganti nama rokok dan terdaftar resmi sebagai ‘Tjap Bal Tiga’.

Nitisemito dikenal sebagai ‘Sang Raja Kretek’ karena memproduksi rokok kretek secara massal. Tercatat perusahaan Nitisemito mempekerjakan 10.000 karyawan dan memproduksi 10 juta batang rokok dalam sehari.

Pada tahun 1942, industri rokok kretek Nitisemito bangkrut karena diakuisisi penjajah Jepang. Sejak saat itu, perusahaan rokok kretek di Kudus bermunculan karena banyaknya permintaan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement