BELUM lama ini beredar informasi bahwa jamu herbal yang bersifat imunostimulan bisa membantu proses penyembuhan penyakit cacar monyet atau monkeypox (Mpox).
Informasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania.
“Obat atau jamu herbal yang bisa dipakai untuk membantu penyembuhan cacar monyet (Mpox) atau juga mempercepat penyembuhan cacar monyet adalah herbal-herbal yang bersifat imunostimulan,” kata Inggrid Tania.
Lantas, jenis jamu herbal apa saja yang dianjurkan PDPOTJI untuk dikonsumsi penderita cacar monyet? Berikut diantaranya.
1. Meniran
Meniran merupakan tanaman liar yang dapat tumbuh disegala musim. Tumbuhan ini tak hanya berkhasiat untuk penyembuhan penderita cacar monyet, namun juga bisa membantu pemulihan penyakit kanker, SARS, hepatitis, demam berdarah dan kencing batu.
Herbal meniran mengandung filantin, hipofilantin, damar, kalium, tanin, saponin, flavanoid dan triterpenoid. Meniran berfungsi sebagai antibakteri atau antibiotik, antihepatotoksik, antipiretik, antitusif, antiradang, antivirus, diuretik, ekspektoran, hipoglikemik, dan sebagai immunostimulan.
2. Sambiloto
Sambiloto merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki agen immunomodulator. Aktivitas immunomodulator dari sambiloto ini disebabkan karena adanya beberapa kandungan senyawa aktif di dalamnya. Mulai dari deoxyandrographolide, andrographolide, 14-deoxy-11, neoandrographolide, 12- didehydroandrographolide, homoandrographolide, diterpenoid dan flavonoid.
Sebagai agen immunomodulator, sambiloto dapat digunakan sebagai immunostimulator yang meningkatkan respon imun saat kekebalan tubuh menurun. Sambiloto juga bisa menjadi imunosupresor yang dapat menurunkan respon kekebalan tubuh saat sistem kekebalan tubuh meningkat melebihi kondisi tubuh normal.
Selain itu, sebagai immunomodulator, sambiloto juga mampu menormalkan kondisi tubuh meskipun terjadi infeksi.
3. Temulawak
Temulawak adalah tanaman asli Indonesia yang bentuknya mirip dengan kunyit. Sekarang ini, temulawak banyak dibudidayakan sebagai tanaman herbal rumah. Umumnya, temulawak ini memiliki akar rimpang dan kulit yang berwarna kuning muda. Rimpang ini mengandung kurkuminoid, minyak atsiri, pati, protein, lemak, selulosa, dan mineral.
Temulawak terkenal dengan manfaatnya untuk mengobati gangguan pencernaan, mengatasi osteoartritis, obat kanker, obat antiradang, anti bakteri, anti jamur dan masih banyak lagi.
4. Jahe merah
Tanaman herbal ini juga memiliki efek imunostimulan dengan kandungan zat aktif gingerol, shogaol, dan antosianidin yang juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh, serta aktivitas fagositosis yang kuat. Dalam bidang kesehatan, jahe merah mengandung senyawa–senyawa yang bersifat antioksidan salah satunya adalah senyawa fenol.
Senyawa fenol yang ada pada rimpang jahe merah berpotensi untuk mencegah hemolisis dan menghambat reaksi oksidasi radikal bebas didalam tubuh.
5. Pegagan
Tak hanya berkhasiat untuk pemulihan cacar monyet, antioksidan yang terdapat pada pegagan juga berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari lemah syaraf, demam, bronkhitis, kencing manis, tekanan darah tinggi, penambah nafsu makan, hingga untuk menjaga vitalitas serta untuk merevitalisasi tubuh dan otak yang kelelahan.
6. Bawang Putih
Bawang putih juga termasuk jenis tanaman obat yang dikenal mampu berfungsi sebagai imunostimulan. Senyawa belerang dalam bawang putih memiliki sifat antimikroba dan dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.
Tak hanya itu. Manfaat bawang putih juga telah lama digunakan untuk menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung. Kandungan zat di dalamnya juga dikenal mampu menjaga kesehatan pembuluh darah dan fungsi otak.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.