SUNGAI Asinahu atau sungai berkeramik di Pulau Seram tepatnya Desa Sawai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah menjadi objek wisata menarik di Pulau Seram. Airnya sangat jernih dan bersih layaknya kolam renang, bisa menggoda pengunjung untuk nyebur.
Terletak di tengah pemukiman warga dalam kawasan Taman Nasional Manusela, aliran sungai berkeramik banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warganya sekitar.
Mulai dari mandi, mencuci, dan juga dijadikan sebagai tempat berenang dan bermain anak-anak. Kendati demikian, kebersihan airnya masih tetap terjaga hingga kini.
BACA JUGA:
Sungai Asinahu yang kedalamannya sebatas pinggang orang dewasa membelah dua wilayah di sekitarnya.
Aliran sungainya ini berasal dari bebatuan di daerah tebing sekitar desa. Uniknya lagi, air tersebut bisa menuju langsung ke lautan. Dulunya sungau Asinahu, dulunya disebut dengan air asin Nahwu yang merupakan aliran air tawar yang melintas di Desa Sawai.

Karena posisi laut dan sungai yang berdekatan maka saat itu terjadi air pasang, sehingga air laut masuk dan memenuhi desa tersebut. Sejak saat itulah, masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama air Asinahu, berarti air tawar yang rasanya asin.
Perkampungan Tertua di Indonesia
BACA JUGA:
Selain sungainya yang unik, Desa Sawai disebut-sebut sebagai salah satu desa tertua di Indonesia.
Dikutip dari YouTube Jelajah Bumi, keberadaan desa Sawai telah ada sebelum kedatangan bangsa Spanyol, Portugis, maupun Belanda di Nusantara.
Berdasarkan cerita yang di dapat secara turun temurun, orang yang pertama kali membangun desa ini adalah pedagang Arab. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan budaya terkait adab Timur Tengah, seperti alat musik gambus, pakaian gamis, bahkan arsitektur bangunannya.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.