Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Miris! 100 Dokter di Israel Buat Petisi Desak IDF Ledakkan Rumah Sakit di Gaza

Wahyu Sibarani , Jurnalis-Senin, 06 November 2023 |14:00 WIB
Miris! 100 Dokter di Israel Buat Petisi Desak IDF Ledakkan Rumah Sakit di Gaza
Dokter Israel minta pemerintah serang rumah sakit di Gaza. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

SEBANYAK 100 dokter di Israel telah menandatangani petisi yang isinya mendesak Israel Defense Force (IDF) atau tentara Israel meledakkan rumah sakit di Gaza. Terutama rumah sakit yang dijadikan tempat persembunyian gerilyawan Hamas.

Dilaporkan Mint, Senin (6/11/2023) ini, petisi itu beredar di sosial media dalam bentuk foto. Petisi tersebut dituliskan dalam bahasa Hebrew.

"Tidak ada tempat yang aman bagi siapa pun yang memanfaatkan rumah sakit dengan kegiatan Hamas," klaim petisi tersebut.

Isi petisi itu menyebutkan bahwa penduduk Gaza juga bersalah karena membiarkan rumah sakit dimanfaatkan untuk kegiatan gerilyawan Hamas. Jadi sudah sewajarnya IDF melakukan tindakan tegas terhadap upaya tersebut.

"Mereka berupaya memanfaatkan celah dari sensitivitas masyarakat barat. Mereka sendiri yang menyebabkan kehancuran," tulis petisi tersebut.

Dokter Israel

Keberadaan petisi itu sendiri pertama kali terungkap melalui unggahan dari aktivis asal Palestina, Mona Omary lewat akun X miliknya.

Dia mengomentari unggahan tersebut dengan mempertanyakan sikap moral Israel yang bila akhirnya setuju untuk meledakkan rumah sakit di Gaza yang dijadikan tempat persembunyian gerilyawan Hamas.

"Desakan ini sangat berbahaya karena akan menjadikan perdebatan masalah moral yang berkepanjangan," katanya.

Kehebohan ini disebutkan Livemint muncul setelah Israel mendapat kecaman masyarakat dunia karena menjadikan kamp pengungsi terbesar di Gaza sebagai lokasi penyerangan. Tentara Israel berdalih serangan itu dilakukan untuk menangkap salah satu tokoh komandan gerilyawan Hamas.

Akibat serangan itu sebanyak 195 masyarakat Palestina meninggal dunia. Aksi mereka bahkan terus berlanjut dengan menyerang sekolah yang dikelola PBB pada tanggal 2 November 2023 dan menewaskan 27 orang.

Israel bahkan pernah meledakkan rumah sakit Al-Ahli di Gaza yang menewaskan ratusan orang. Israel waktu itu berkilah ledakan justru terjadi karena roket Hamas yang salah arah. Diketahui hingga kini lebih dari 10.000 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, telah tewas dalam serangan yang dilancarkan Israel sejak 7 Oktober 2023.

Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres telah menyerukan gencatan senjata segera untuk meminimalkan korban jiwa warga sipil.

“Situasi kemanusiaan di Gaza sangat buruk,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada tanggal 3 November.

“Seluruh penduduk mengalami trauma, dan tidak ada tempat yang aman,” tutur pejabat tinggi PBB tersebut.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement