Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asam Lambung Mendadak Kambuh? Ini 2 Faktor Utama Pemicunya

Novie Fauziah , Jurnalis-Kamis, 02 November 2023 |20:00 WIB
Asam Lambung Mendadak Kambuh? Ini 2 Faktor Utama Pemicunya
2 faktor pemicu asam lambung. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

INFEKSI dan kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan tubuh memproduksi asam lambung berlebih. Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan asam lambung tinggi. Seringkali, kondisi ini menyebabkan kelebihan produksi hormon gastrin.

Dilansir dari laman Health Line, Kamis (2/11/2023), Gastrin adalah hormon yang memberitahu perut Anda untuk memproduksi lebih banyak asam lambung. Kemudian penting juga untuk diperhatikan, bahwa terkadang penyebab spesifik asam lambung tinggi tidak dapat diidentifikasi.

Jika penyebab suatu kondisi tidak dapat ditentukan, kondisi ini disebut idiopatik. Sementara itu, adapun penyebab naiknya asam lambung dikarenakan beberapa faktor. Apabila kondisi ini terjadi, Anda akan merasa tidak nyaman dan sulit untuk melanjutkan aktivitas dengan lancar.

Dua faktor yang sering memicu naiknya asam lambung adalah begadang dan stres. Di mana keduanya cukup banyak dan tidak bisa dihindari

Asam lambung mendadak kumat

"Begadang dan stres menjadi dua faktor pemicu naiknya asam lambung yang banyak terjadi di kalangan masyarakat," kata drg. Like Rosita yang juga sebagai owner Fazmaag.

Begadang Pemicu Asam Lambung

Kebiasaan begadang akan menyebabkan waktu tidur Anda jadi berkurang. Hal ini bisa memicu kambuhnya penyakit maag dan gejala sakit lambung lainnya. Pasalnya sistem pencernaan akan tetap bekerja di waktu malam dan menghasilkan asam lambung.

Jika Anda begadang lalu tidak makan apapun maka risiko maag kambuh akan semakin besar. Selain itu saat Anda begadang, tubuh tidak punya kesempatan untuk mempersiapkan energi keesokan hari. Padahal sistem pencernaan Anda terus bekerja dan seharusnya Anda mempersiapkan energi yang cukup dengan tidur.

"Jika Anda tetap begadang, maka kerja sistem pencernaan bisa terganggu," ujarnya.

Lebih bahaya lagi jika Anda begadang sambil makan makanan yang tidak sehat dan minum kopi. Kebiasaan seperti ini akan mengacaukan jadwal sistem pencernaan Anda. Pada akhirnya sistem pencernaan terganggu dan asam lambung meningkat.

Stress Pemicu Asam Lambung

Lalu bagaimana dengan stres? Apakah kondisi stres juga bisa memicu naiknya asam lambung? Jawabannya adalah ya. Saat stres, tekanan pada katup kerongkongan bawah akan berkurang. Padahal katup ini akan menjaga perut tetap tertutup dan mencegah kembalinya asam lambung ke kerongkongan.

Selain itu respon terhadap stres akan memicu ketegangan otot yang cukup lama. Hal ini akan berpengaruh pada otot-otot di sekitar perut. Akhirnya tekanan di bagian perut akan meningkat dan asam lambung terdorong ke atas.

"Tubuh orang-orang yang mengalami stres juga biasanya akan memproduksi lebih banyak asam lambung daripada mereka yang tidak stres," tuturnya.

Hal itulah mengapa mereka yang sedang stres lebih sering merasakan gejala masalah lambung. Jadi akan jauh lebih baik jika Anda mencoba manajemen stres dan menghindari kondisi yang membuat Anda tertekan. Kemudian drg Like Rosita mengatakan jika asam lambung terlanjur naik dan maag kambuh, Anda harus mengambil langkah yang tepat.

Pilihlah produk obat maag yang aman dikonsumsi dan terbuat dari bahan natural. Dia menyebutkan, bahwa mengonsumsi obat maag yang berbahan dasar kimia bisa berisiko terhadap kesehatan. Serta dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan efek samping dan gejalanya semakin parah ketika kumat.

"Nah, itu semua salah satu penyebabnya adalah mengonsumsi obat maag kimia dimana dapat mengikis lambung sehingga maag menjadi lebih mudah kambuh. Selain itu banyak obat maag yang hanya meredakan gejala yang timbul saja," tuturnya.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement